Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (17)
Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 3)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Periode kelima ditandai dengan kejenuhan manusia memuja pikirannya sendiri. Dunia ilmu pengetahuan ternyata memang tidak segala-galanya. Akhirnya muncullah berbagai gerakan dan filsafat yang bertema kemanusiaan, seperti gerakan posmodernisme (Posmo), new age dan gerakan humanisme lainnya. Ironisnya, mereka cenderung tidak berusaha untuk menyebut agama mereka (Kristen/ Katolik) sebagai solusi mendasar.
Sebagian mereka bahkan menengok Islam sebagai alternatif. Sayang sekali kelompok radikal mencederai Islam dan membuat mereka ragu kembali kepada agama Islam sebagai faktor solusi kemanusiaan.
Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 2)
Sejarah masih terus bergulir. Fenomena terakhir perkembangan Islam di dunia menurut Hillary Clinton adalah agama yang paling cepat perkembangannya di dunia Barat, khususnya di Amerika.
Pemberitaan resmi melalui media resmi Vatikan mengakui bahwa Katolik bukan lagi agama terbesar di dunia tetapi digeser oleh agama Islam. Tidak ada satupun negeri di kolong langit ini yang tidak dihuni oleh penganut agama Islam. Malah ada kecenderungan, menurut Oliver Roy, terjadi deterritorialisasi dunia Islam.
Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof LWH Hull (Bagian 1)
Menurut sebuah pemberitaan di AS, buku-buku the best seller selama lima tahun terakhir ini masih didominasi oleh buku-buku yang bertema Islam, meskipun termasuk di dalamnya juga ada yang berpandangan minor terhadap Islam.
Yang menarik untuk dikaji secara khusus ialah hubungan antara analisis Prof Hull dengan ayat yang pertama Tuhan turunkan Iqra’ (Bacalah!). Mengapa ayat pertama ini langsung kalimat perintah (fi’il amr), kenapa dengan iqra’, padahal Nabi sendiri buta huruf, dan kenapa ada amr tanpa maf’ul (obyek yang harus dibaca).
Baca juga : Menegakkan Sikap Keterbukaan Akademik
Ternyata iqra’ menjadi shock terapi untuk menyentakkan orang agar meninggalkan zaman jahiliyah ke zaman pencerahan dengan menawarkan konsep iqra’ bi ismi Rabbik (Bacalah dengan nama Tuhanmu). Ini maknanya sangat dalam. Iqra’ adalah simbol ilmu pengetahuan dan bi ismi Rabbik sebagai simbol agama.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.