Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
Sebelumnya
Kita ketahui pula bahwa teknologi kesehatan juga telah mengubah sistem kerja yang hanya berbasis penulisan di kertas menjadi pencatatan medik elektronik. Hal ini tidak hanya membuat proses lebih efisien tetapi juga meningkatkan pemberdayaan pasien dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya.
Tegasnya, implementasi teknologi kesehatan secara benar akan meningkatkan berbagai aspek pelayanan kesehatan, mulai dari akses pada informasi medik, penegakan diagnosis dan penentuan terapi, pemberian obat, pelayanan kesehatan yang terintegrasi. Teknologi kesehatan secara luas juga berperan sentral dalam suksesnya program kesehatan masyarakat, memperluas cakupan dan mutunya, bahkan pada gilirannya akan berdampak pula pada aspek ekonominya.
Baca juga : Epidemi Global Cikungunya
Sebagai penutup disampaikan tentang satu aspek penting, yaitu interoperabilitas dari berbagai perkembangan teknologi kesehatan sekarang ini dan juga di masa depan. Tentu kita ingin agar berbagai teknologi baru, juga yang berbasis digital dan kecerdasan buatan, dapat saling mendukung untuk mencapai hasil yang optimal, sekaligus efisien dan efektif.
Interoperabilitas sangat diharapkan dapat menunjang alur, pengaturan dan analisa data dalam setidaknya lima ruang lingkup. Pertama, antara petugas kesehatan dan pasien, kedua antar berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, ketiga antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan administratur kesehatan di daerah dan di pusat, keempat lintas daerah geografis serta kelima antar sistem kesehatan dengan berbagai sektor terkait lainnya.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Kamis 24 Juli, Hadir Di 2 Lokasi
Kita semua berharap agar kolaborasi riset dan pengembangan teknologi kesehatan yang ditandatangani pada Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia 2025 ini akan memberi peran penting dalam peningkatan derajat kesehatan bangsa. Baik dalam jangka pendek sampai 2030, jangka menengah sampai pencapaian Indonesia Emas di 2045 dan bahkan jangka panjang sampai 80 tahun kedepan lagi sesudah ulang tahun ke-80 negara kita tahun 2025.
Prof. Tjandra Yoga Aditama
-Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/ Adjunct Professor Griffith University
-Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
-Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
-Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya