Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. DR. Imam Subchi, MA
Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Sebelumnya
Sebagaimana yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Syaikhona Kholil, Marsinah, dan juga Gus Dur. Sontak, ini merupakan bukti telah terbangunnya semacam kesadaran penting akan penghargaan jasa-jasa semua pihak tanpa pandang bulu.
Berangkat dari Pendidikan
Perguruan tinggi dapat memaknai semangat kepahlawanan melalui integrasi nilai-nilai perjuangan dalam kurikulum. Sebagaimana pahlawan nasional yang berjuang melawan kolonialisme, dunia pendidikan harus berani melakukan dekolonisasi kurikulum dengan mengembangkan materi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Pembaruan ini mencakup penguatan pendidikan karakter, kewirausahaan sosial, dan studi kebangsaan yang menginspirasi mahasiswa untuk berkontribusi aktif dalam memecahkan masalah masyarakat, melanjutkan estafet perjuangan para pahlawan di era modern.
Nilai kepahlawanan tercermin dalam pengabdian tanpa pamrih, yang dapat diwujudkan melalui peningkatan profesionalisme dosen dan tenaga kependidikan. Perguruan tinggi perlu membangun sistem pengembangan karir yang berkelanjutan, sertifikasi kompetensi, dan program pelatihan berkelanjutan.
Baca juga : Pemerintah Resmikan Paviliun Indonesia Di COP30, Tegaskan Komitmen Iklim
Seperti pahlawan yang menguasai berbagai strategi perjuangan, tenaga pendidikan harus terus meng-update kompetensinya dalam metode pembelajaran inovatif, teknologi pendidikan, dan pendekatan student-centered learning untuk mencetak generasi unggul.
Semangat pengabdian pahlawan nasional harus diwujudkan dalam pelayanan pendidikan yang prima. Perguruan tinggi perlu mentransformasi sistem layanan menjadi lebih efisien, responsif, dan berpusat pada kebutuhan mahasiswa.
Pengembangan sistem informasi terintegrasi, layanan bimbingan karir komprehensif, dan fasilitas pendukung akademik yang memadai merupakan wujud nyata penghormatan terhadap perjuangan pahlawan yang menginginkan kemajuan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas dan terjangkau.
Baca juga : Peringati Hari Pahlawan, Dirut Pertamina: Perwira Pejuang Energi Indonesia
Nilai keadilan yang diperjuangkan pahlawan nasional harus diimplementasikan dalam sistem manajemen kepegawaian yang transparan dan meritokratis. Perguruan tinggi perlu mengembangkan sistem rekrutmen, promosi, dan remunerasi berdasarkan kinerja dan kompetensi.
Penghargaan terhadap prestasi, perlindungan terhadap hak-hak akademik, dan pengembangan budaya organisasi yang sehat akan menciptakan lingkungan kerja yang mendorong inovasi dan produktivitas, sebagaimana pahlawan yang memimpin dengan integritas dan keadilan.
Kedisiplinan dan keteguhan prinsip para pahlawan harus menjadi fondasi dalam membentuk karakter mahasiswa. Perguruan tinggi perlu mengembangkan sistem pembinaan disiplin yang edukatif namun tegas, dengan menekankan pentingnya integritas akademik, tanggung jawab sosial, dan etika profesional. Program mentoring, pembinaan soft skills, dan pengembangan organisasi kemahasiswaan yang sehat akan membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai penerus bangsa.
Baca juga : Dapat Gelar Pahlawan, Soeharto Disebut Pemimpin Visioner dan Religius
Sebagaimana pahlawan meninggalkan warisan untuk kemajuan bangsa, perguruan tinggi harus berkontribusi melalui produksi karya ilmiah bermutu. Strateginya meliputi penguatan budaya penelitian, publikasi internasional, dan penulisan buku ajar yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Pencapaian ini tidak hanya akan meningkatkan reputasi institusi secara nasional dan internasional, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan pembangunan, meneruskan semangat pahlawan yang berjuang untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan teladan ideal profesionalisme pendidikan yang mengintegrasikan keilmuan tradisional dengan visi kebangsaan modern. Sebagai pendidik profesional di zamannya, beliau tidak hanya menguasai disiplin ilmu agama secara komprehensif tetapi juga mengembangkan metodologi pembelajaran yang holistik, menggabungkan pendekatan spiritual-intelektual dengan pembentukan karakter kebangsaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya