Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ada hal menarik yang disampaikan sejumlah aktivis Muslim di sana: dakwah yang dilakukan oleh orang Indonesia atau Malaysia cenderung lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Sebaliknya, jika berasal dari Timur Tengah, pengawasan biasanya lebih ketat. Selain adanya rasa curiga, ajaran Islam yang dibawa sering kali bersifat lebih doktrinal. Penulis teringat ucapan Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, saat mendampingi Presiden SBY di Afrika Selatan. Ia berkata, “Kami bersyukur Islam yang masuk ke Afrika Selatan datang dari Indonesia, bukan dari kawasan Timur Tengah seperti yang masuk ke wilayah Afrika lain, sehingga kami bisa merasakan kesejukan Islam di Afrika Selatan ini sebagaimana Islam yang ada di Indonesia.”
Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (2)
Ia mencontohkan Gubernur Cape Town yang terpilih secara demokratis, AlMaliki, seorang Muslim keturunan Bugis–Yogyakarta, di tengah masyarakat yang Muslimnya hanya 2%. Islam yang ditampilkan Indonesia adalah Islam yang ramah dan penuh kecintaan antarsesama umat beragama.
Kendala utama untuk mengirim ustaz ke Amerika Latin, selain jarak yang sangat jauh—membutuhkan dua hari perjalanan udara dan biaya yang mahal—adalah masalah bahasa. Mereka menggunakan bahasa Spanyol, sementara para mubalig dan ustaz dari Indonesia umumnya belum familiar dengan bahasa tersebut.
Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (1)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 18 November 2025 dengan judul "Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Amerika Latin"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya