Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemberian Visiting Professor Antarnegara: Diplomasi Pengetahuan Indonesia-Rusia
Rabu, 19 November 2025 11:49 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si
RM.id Rakyat Merdeka - Setiap hari, sebuah kota pelajar di Rusia bernama Tomsk selalu dingin, tetapi suasana di dalam ruangan pengukuhan justru membuat hati hangat.
Saya berdiri di aula resmi Tomsk State University, universitas riset nasional yang berdiri sejak 1878 dan menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan paling berpengaruh di Rusia.
Bersama saya hadir kolega kolega dari DPP Partai Golkar yang mendampingi kunjungan kerja ke wilayah Siberia ini. Di hadapan para akademisi, pimpinan universitas, dan undangan lainnya, Presiden TSU, Prof Georgiy V. Mayer, menyerahkan diploma pengukuhan sebagai Visiting Professor of International Relations.
Saya menerima penghargaan itu dengan rasa hormat yang dalam, sambil memikirkan jalan panjang yang membawa saya dari Jakarta ke kota kecil yang penuh sejarah di Siberia ini.
Prof Georgiy V. Mayer adalah nama yang penting di dunia pendidikan Rusia. Beliau lahir pada 1948, menyelesaikan studi di Fakultas Fisika TSU pada 1971, dan memulai kariernya di Institut Fisika dan Teknologi Siberia TSU pada tahun yang sama. Selama 1971 sampai 1993 beliau berkarya di lembaga tersebut sebelum kemudian diangkat sebagai Wakil Rektor Bidang Penelitian TSU pada 1993.
Dua tahun kemudian, pada 1995, beliau dipercaya memimpin universitas sebagai rektor hingga 2013, masa kepemimpinan selama 18 tahun yang mengubah wajah TSU menjadi universitas riset nasional yang disegani di Rusia dan Eropa.
Baca juga : Menag Resmikan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri Pertama di Indonesia
Sejak 2013 hingga kini, beliau menjabat sebagai Presiden Riset Nasional Universitas Negeri Tomsk. Ketegasannya dalam ilmu fisika berpadu dengan kerendahan hati seorang akademisi yang matang. Berada di hadapan beliau ketika menerima ijazah itu adalah momen yang akan saya kenang lama.
Pada kesempatan itu hadir pula Dr Nauval Hasana, akademisi yang berkiprah di Moskow. Beliau datang khusus untuk menyaksikan prosesi penyerahan ijazah dan memberikan ucapan selamat.
Kehadirannya membawa nuansa kekerabatan di tengah lingkungan akademik Rusia yang sangat formal, sekaligus mengingatkan saya bahwa diaspora Indonesia terus berperan dalam menghubungkan kedua negara.
Usai pengukuhan, agenda berlanjut sesuai program kunjungan kerja. Pada pukul 18.00 saya menghadiri pertemuan dan makan malam resmi bersama Ms Oksana Kozlovskaya, Ketua Legislative Duma Tomsk Region, di gedung administrasi pemerintah daerah. Pertemuan itu dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi wilayah Tomsk, mulai dari Deputi Gubernur hingga pimpinan legislatif.
Di sela percakapan, Ms Kozlovskaya menyampaikan ucapan selamat atas penganugerahan guru besar tamu yang saya terima. Ucapan itu disampaikan dengan sederhana, tetapi terasa tulus, mencerminkan karakter beliau yang tegas namun terbuka.
Oksana Kozlovskaya memiliki perjalanan karier yang panjang dan kuat dalam dunia pemerintahan Rusia. Beliau lulus dari Tomsk Polytechnic Institute pada 1979 dengan fokus pada teknologi mesin dan alat potong.
Baca juga : APP Kenalkan Dua Proyek Karbon Berbasis Alam Indonesia Di COP30 Brazil
Pada 1994 beliau menempuh studi manajemen bisnis di Academy of National Economy di bawah Pemerintah Federasi Rusia. Gelar Doktor Ilmu Ekonomi diperolehnya pada 2007.
Karier birokrasi beliau dimulai pada 1998 sebagai Kepala Departemen Administrasi Teritorial Tomsk Region. Tahun 1999 sampai 2007 beliau menjabat sebagai Wakil Kepala Administrasi untuk Kebijakan Ekonomi dan Investasi, kemudian menjadi First Deputy Governor Tomsk Region pada 2007 sampai 2011.
Saat ini, beliau memimpin Legislative Duma Tomsk Region untuk periode V, VI, dan VII. Selain itu, beliau juga mengepalai Council of Legislators of the Russian Federation untuk bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan yang melibatkan 9 region, serta memimpin Council of Legislators of the Siberian Federal District yang terdiri dari 10 region di wilayah Siberia. Kehadirannya memberi bobot politik yang kuat pada pertemuan malam itu.
Pertemuan berlangsung hangat. Kami bertukar pandangan mengenai keadaan kawasan Siberia, potensi kerja sama ekonomi, teknologi, pendidikan, dan hubungan luar negeri. Tomsk adalah kota universitas dengan lebih dari 100 ribu mahasiswa, pusat riset energi, teknologi, dan ilmu material, sehingga pembicaraan tentang kolaborasi akademik dan riset menjadi sangat relevan.
Dari sisi Indonesia, saya menyampaikan komitmen Partai Golkar dalam mendukung diplomasi ilmu pengetahuan serta kerja sama antarlembaga untuk memperluas jejaring internasional Indonesia.
Hari-hari di Tomsk juga diisi pertemuan dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Siberia, diskusi dengan para akademisi lintas universitas, dan kuliah umum mengenai hubungan Indonesia Rusia.
Baca juga : Stafsus Menag Puji Kiprah Seskab Teddy dalam Diplomasi Indonesia–Australia
Semua itu membuat kunjungan ini terasa penuh makna. Saya melihat betapa tingginya minat mahasiswa Rusia terhadap Asia Tenggara, khususnya Indonesia, serta bagaimana mereka memandang Indonesia sebagai negara dengan masa depan yang kuat di kawasan.
Pada akhirnya, perjalanan ini mengingatkan saya bahwa diplomasi ada yang jauh lebih senyap namun lebih panjang usianya, yaitu diplomasi pertukaran ilmu pengetahuan antar negara. Mungkin ini pengalaman saya ke sekian kalinya, namun selalu menyenangkan ketika dijalankan.
Penganugerahan ini adalah bentuk kepercayaan dari TSU agar Golkar dapat menjadi jembatan gagasan antara Indonesia dan Rusia. Tanggung jawab ini memberi energi baru untuk memperluas kerjasama akademik yang bermanfaat bagi kedua bangsa.
Saya berterima kasih kepada Tomsk State University, kepada Prof Georgiy V. Mayer, kepada Ms Oksana Kozlovskaya, kepada Dr Nauval Hasana, serta kepada seluruh kolega yang mendampingi saya dalam perjalanan ini. Semoga langkah kecil di Siberia ini membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas dan lebih berarti bagi Indonesia dan Rusia pada masa mendatang.
Prof. Dr Ali Mochtar Ngabalin, M. Si adalah Visiting Professor Tomsk State University Siberia, Russia, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional dan Guru Besar Hubungan Internasional, Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya