Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Belanda memiliki hubungan historis dan emosional dengan Indonesia. Negeri ini pernah menduduki Indonesia selama lebih dari 300 tahun. Belanda (Netherlands) merupakan bagian dari daratan Eropa yang komunitas muslimnya mengalami perkembangan signifikan. Data dari Central Bureau de Statistik melansir bahwa populasi muslim di Belanda telah mencapai 3,7% dari total penduduk yang berjumlah 15.341.553 jiwa. Bahkan, ada data lain yang menyebutkan angka 5,8%, dan jumlah ini diperkirakan akan terus berkembang.
Penganut agama terbesar di Belanda ialah Katolik Roma (32%), disusul Protestan (22%), kemudian Islam, dan agama-agama lain seperti Hindu (0,5%). Sekitar 40% warga Belanda mengaku tidak beragama. Populasi muslim bertambah sekitar 0,6% atau sekitar 5.000 orang setiap tahun. Data lain menunjukkan bahwa pada tahun 2006 komunitas muslim Belanda telah menembus angka 1 juta jiwa. Sekitar 95% dari komunitas muslim tersebut berasal dari negara non-Barat (non-western).
Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Prancis (1)
Etnik muslim terbesar di Belanda berasal dari Turki (46%), Maroko (38,8%), Suriname (6,2%), Pakistan (2,2%), Mesir (0,7%), Tunisia (0,9%), Indonesia (1,6%), dan lainnya (3,9%).
Ada sejumlah etnik dan politisi di Belanda yang berusaha mendiskreditkan komunitas muslim, seperti pemimpin Partai Kebebasan (PVV), Geert Wilders, melalui film provokatifnya berjudul Fitna. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Film Fitna justru menjadi pintu masuk bagi sebagian masyarakat Belanda untuk mempelajari Islam, dan mereka kemudian menyadari bahwa Islam yang sesungguhnya tidak seperti yang digambarkan Wilders. Bahkan salah satu tokoh PVV yang dikenal sebagai tangan kanan Wilders, yaitu Arnoud van Doorn, memutuskan memeluk agama Islam dan meninggalkan PVV.
Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Yordania
Sejarah Eropa menunjukkan bahwa di mana Islam semakin ditekan atau dibenci, di situ Islam justru berkembang. Penyebaran Islam secara besar-besaran ke Eropa terjadi pada masa Perang Salib di Abad Pertengahan.
Umat Islam yang berasal dari Indonesia dan Suriname di Belanda (7,8%) memiliki ciri khas tersendiri. Kedua komunitas ini menjalin hubungan perkawinan cukup intensif karena meskipun berasal dari dua negara berbeda, mereka memiliki akar genetik yang sama, yaitu etnik Jawa. Banyak komunitas muslim Suriname di Belanda yang fasih berbahasa Jawa namun tidak bisa berbahasa Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya