Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kita amat berduka atas bencana di sebagian Sumatera. Data dari website resmi BNPB tanggal 3 Desember 2025 pukul 07.15 WIB tertulis bahwa jumlah korban meninggal 753 jiwa, orang hilang 650 jiwa, dan korban terluka sebanyak 2.600 jiwa.
Sementara itu, tercatat sebanyak 576.300 orang yang mengungsi. Jumlah pengungsi ini tersebar di Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar).
Setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan bagi kesehatan para pengungsi yang lebih dari setengah juta orang ini. Penanganannya tentu perlu menyeluruh, bukan hanya bantuan sesaat dan tentu juga tidak bisa hanya dengan membuka klinik darurat saja, walau klinik memang diperlukan.
Baca juga : Tenang, Dana Bencana Aman
Pertama, perlu diberi perhatian utama untuk menjaga status kesehatan para pengungsi, selain tentu mengobati mereka yang sakit. Setidaknya tiga hal yang dapat dilakukan, antara lain bagaimana makan-minumnya terjaga, bagaimana kebersihan lingkungan tetap terkendali (walau tentu tidak mudah), dan bagaimana istirahat yang layak dapat diupayakan maksimal.
Makanan misalnya harus diupayakan nilai gizinya dan tidak bisa sepenuhnya tergantung dari mi instan saja. Air minum jelas harus dijaga kebersihannya, terhindar dari mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya.
Kedua, pengendalian kesehatan lingkungan. Harus ada tim sanitasi dan kesehatan lingkungan khusus di setiap kamp pengungsi. Tindakan yang mereka lakukan amatlah luas dan penting, mulai menjaga saluran pembuangan air, menjamin ketersediaan toilet dan kamar mandi, ventilasi udara yang memungkinkan, hingga penyemprotan lalat dan nyamuk, dan lain-lain.
Baca juga : Korban Banjir Sumatera Bisa Urus Secara Gratis
Ketiga, pengendalian penyakit menular yang setidaknya meliputi lima aspek. Kesatu, surveilans epidemiologi yang ketat—prinsip dasar pengendalian penyakit menular. Kedua, deteksi dini bila ada peningkatan kasus, yang hampir selalu terjadi. Ketiga, penanganan kasus akut seperti ISPA, diare, penyakit kulit, dan sebagainya. Keempat, penanganan segera untuk mencegah merebaknya penyakit menular. Kelima, kegiatan imunisasi rutin yang jangan sampai terputus.
Keempat adalah pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti penyakit jantung atau paru kronik, diabetes mellitus, dan lain-lain. Kita tahu bahwa banyak sekali pengungsi yang memang sudah memiliki berbagai jenis PTM. Untuk itu ada dua hal yang perlu menjadi perhatian utama. Kesatu, obat rutin mereka jangan sampai putus—walau tidak atau belum ada keluhan. Kedua, meminimalisir kemungkinan perburukan atau eksaserbasi berbagai penyakit tidak menular tersebut.
Kelima adalah tiga komponen kesehatan penting. Kesatu adalah keberlangsungan pelayanan kesehatan, misalnya ibu hamil yang harus tetap dapat menjalani pemeriksaan rutin kehamilan atau Ante Natal Care, kontrol kesehatan rutin untuk penyakit kroniknya, dan sebagainya. Kedua adalah penyuluhan kesehatan, sesuatu yang mutlak dilakukan. Kita tahu bahwa pemahaman masalah kesehatan adalah salah satu dasar utama penanganan kesehatan, yang keberhasilannya amat bergantung pada pengetahuan kesehatan pasien dan masyarakat, bukan hanya usaha petugas kesehatan. Ketiga adalah penjagaan kesehatan mental para pengungsi, sesuatu yang kini makin sering dilakukan karena memang penting, dan ini bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga untuk remaja, dewasa, dan bahkan lansia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya