Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dari Awal Kemerdekaan Hingga Networks of Modern Culture
75 Tahun Persahabatan Indonesia-Rusia
Rabu, 10 Desember 2025 09:45 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si
RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan Indonesia-Rusia memiliki sejarah panjang yang cukup menarik untuk ditelaah. Sejak lebih dari 75 tahun lalu, komunikasi diplomatik kedua bangsa berkembang seiring perjuangan Indonesia dalam menata kehidupan kenegaraan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Ketika Indonesia sedang mencari dukungan dan pengakuan internasional, Rusia adalah negara yang menunjukkan perhatian dan membuka ruang kerja sama dalam banyak bidang, beberapa di antaranya adalah diplomasi politik, pendidikan, serta teknologi.
Pada periode awal itu, Rusia menunjukkan penghormatan terhadap perjuangan bangsa Indonesia untuk berdiri tegak sebagai negara merdeka.
Di masa kepemimpinan Presiden Soekarno, hubungan dengan Rusia mencapai momentum yang intens. Kerja sama pendidikan, pertukaran pelajar, dan pengembangan kemampuan teknis menjadi landasan yang memperkaya kapasitas sumber daya Indonesia.
Banyak mahasiswa, ilmuwan, serta profesional Indonesia memperoleh kesempatan belajar, melakukan riset, atau menjalin kolaborasi akademik di lingkungan pendidikan Rusia.
Pemimpin Delegasi Indonesia (Partai Golkar), Prof. Ali Mochtar Ngabalin, melakukan pertemuan dengan Ketua Duma Legislatif Wilayah Tomsk, Prof. Oksana Kozlovskaya, Ph.D., serta perwakilan Administrasi Wilayah di Wilayah Tomsk, Siberia, Rusia, pada Selasa, (18/11/2025). (Foto : Dok Pribadi)
Pada saat bersamaan, kesenian, musik, film, dan literatur Rusia ikut hadir di berbagai ruang budaya Indonesia. Jejaknya dapat ditemukan di kampus, komunitas seni, forum intelektual, dan pertunjukan publik sejak 1950-1970-an sampai saat ini.
Dalam perjalanan sejarah diplomasi modern, pusat-pusat kebudayaan berperan membangun interaksi antarwarga.
Baca juga : Transmigrasi Modern Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru
Di Jakarta, tonggak penting itu muncul pada tahun 1965 dengan berdirinya pusat kebudayaan Rusia yang saat ini dikenal sebagai Russian House.
Gedung ini mulai digunakan sejak dibeli oleh Pemerintah Uni Soviet pada 1964, dan kemudian menjadi pusat kegiatan seni, pendidikan, serta pertukaran budaya selama enam puluh tahun terakhir.
Di Jalan Diponegoro, Menteng, ratusan konser musik, pameran seni, pemutaran film, kelas bahasa Rusia, seminar akademik, hingga lokakarya kreatif telah diselenggarakan dengan konsistensi yang jarang ditemukan pada institusi budaya internasional. Beberapa musisi baik dari lokal maupun Rusia, pernah melakukan konser di sini.
Kehadiran Russian House selama 6 dekade memperlihatkan kesinambungan yang selaras dengan perjalanan hubungan diplomatik kedua bangsa yang sudah terjalin selama 75 tahun.
Penandatangan kerja sama Internasional Partai Golkar Indonesia dan Partai Rusia Bersatu. (Foto : Dok Pribadi)
Di Russian House berbagai ide dipertukarkan, jejaring akademik dibangun, dan rasa saling memahami diperkuat melalui kegiatan kebudayaan yang terbuka bagi rakyat Indonesia.
Pertemuan yang diinisiasi para seniman, peneliti, mahasiswa, pendidik, dan komunitas kreatif membantu menciptakan hubungan yang lebih personal antara masyarakat Indonesia dan Rusia.
Warisan hubungan yang panjang ini menunjukkan bahwa kerja sama antarbangsa memiliki banyak dimensi. Diplomasi formal memberi bingkai politik, tetapi rasa saling percaya tumbuh melalui pendidikan, pengetahuan, pertunjukan seni, dan kehadiran budaya yang terbuka bagi siapa pun.
Baca juga : Sinema Satukan Harapan dan Persahabatan Indonesia-Tiongkok
Inilah yang menjadikan hubungan kedua negara ini hidup dalam ingatan, karya, pertemanan, dan kolaborasi lintas generasi. Dalam periode global saat ini, nilai-nilai kebudayaan dan pendidikan justru semakin penting.
Sejarah bukan hanya memori masa lalu, tetapi inspirasi untuk langkah-langkah besar di masa depan.
Pertemuan lintas bangsa mendorong pemahaman yang lebih luas, dan membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif, riset teknologi, pertanian, energi, kesehatan, serta inovasi digital.
Setiap generasi baru menemukan alasan untuk melanjutkan hubungan diplomatik yang telah dirintis sejak masa awal kemerdekaan. Indonesia dan Rusia memiliki ketertarikan yang sama untuk memperkuat masa depan melalui ilmu pengetahuan, jejaring profesional, dan keterbukaan budaya.
75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia adalah momen refleksi yang bernilai. Hal ini mengingatkan kita bahwa hubungan yang tumbuh secara bertahap dapat bertahan melewati perubahan politik, pergantian kepemimpinan nasional, dan dinamika internasional yang terus berubah.
Prof. Ali Mochtar Ngabalin bersama Duta Besar Federasi Rusia di Jakarta. (Foto : Dok Pribadi)
Selama 2 sampai 3 generasi, kami membangun fondasi saling percaya melalui pertemuan intelektual, kerja sama pendidikan, serta pertukaran budaya yang terus berkembang.
Baca juga : Polri Undang Kepolisian Hong Kong, Pelajari Model Penanganan Aksi Massa
Russian House menjadi bagian dari perjalanan yang menghadirkan “ruang temu” selama 60 tahun, sekaligus saksi perkembangan diplomasi masyarakat yang ramah, inklusif, dan terus bergerak.
Hubungan Indonesia-Rusia akan terus beradaptasi dengan kebutuhan masa depan. Kolaborasi riset, teknologi, ekonomi kreatif, pendidikan tinggi, dan pertunjukan seni akan berkembang mengikuti kesempatan baru.
Dengan fondasi sejarah lebih dari 75 tahun serta stabilitas hubungan kebudayaan selama 60 tahun di Jakarta, kedua bangsa memiliki modal sosial yang kuat untuk memperkaya persahabatan, meningkatkan kapasitas pengetahuan, dan memperluas peluang generasi berikutnya.
Ali Mochtar Ngabalin adalah Visiting Professor at Tomsk University, Russia serta Guru Besar Hubungan Internasional Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya