Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Saya sedang berada di Sanya, sebuah kota di selatan Pulau Hainan. Salah satu objek wisata utama di Sanya adalah pantai. Salah satunya Dadonghai Bay, tempat saya berfoto. Suasananya mirip Pantai Kuta, hanya saja tidak ada ombak untuk berselancar. Namun, pantainya sangat bersih, dan area untuk berjalan-jalan serta restoran tertata dengan rapi. Penataan ini tampaknya bisa menjadi contoh bagi Bali dan destinasi wisata pantai lainnya di Indonesia.
Selain itu, terdapat pantai yang dikenal sebagai Taman Ujung Dunia (Tianya Haijiao). Kawasan ini merupakan salah satu titik paling selatan Pulau Hainan, sekaligus bagian paling selatan dari China. Lokasi ini sedikit banyak mengingatkan pada Tanjung Harapan di Afrika Selatan, yang kerap dianggap sebagai ujung paling selatan benua Afrika, meskipun sebenarnya berada di bagian barat daya benua tersebut.

Baca juga : Sanya-Hainan, ’Hawaii’, Suku Hui & Pohon Hotel
Di Sanya juga terdapat gedung Beauty Crown Grand Theater, yang atapnya berbentuk mahkota. Gedung ini pernah menjadi lokasi penyelenggaraan final Miss World pada tahun 2003, 2004, 2005, 2007, 2010, 2015, 2017, dan 2018.
Seperti kota-kota lain di China, Sanya juga dipenuhi sepeda motor listrik. Umumnya tersedia tiga jalur lalu lintas, yaitu jalur mobil, jalur sepeda motor listrik, dan jalur pejalan kaki. Menariknya, sepeda motor listrik yang hendak menyeberang jalan harus mengikuti zebra cross bersama para pejalan kaki. Di persimpangan besar, tersedia area khusus bagi pengendara motor listrik untuk menunggu lampu merah. Sebagian area tersebut bahkan dilengkapi atap, sehingga pengendara tidak kepanasan saat menunggu lampu lalu lintas berubah hijau.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Siagakan Motorist, Layani Konsumen Selama Libur NATARU
Di sebagian besar toko dan restoran di Sanya, selain tulisan berbahasa Mandarin, juga terdapat tulisan dalam bahasa Rusia. Hal ini karena banyaknya wisatawan asal Rusia yang berkunjung ke kota ini. Bahkan, di Pantai Dadonghai—tempat saya berfoto—pengumuman keselamatan pantai disampaikan dalam dua bahasa, yakni Mandarin dan Rusia. Karena itu, selain mendengar ucapan “Xie xie”, kerap terdengar pula “Spasiba”, yang sama-sama berarti terima kasih dalam bahasa China dan Rusia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya