Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si
RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan ketegangan yang signifikan. Konflik Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda penyelesaian yang tuntas.
Di kawasan Timur Tengah, dinamika antara Iran, Israel, dan negara-negara di sekitarnya terus mengalami eskalasi. Pada saat yang sama, hubungan antara Amerika Serikat dan China semakin mengarah pada persaingan strategis di bidang teknologi, ekonomi, dan pertahanan.
Kondisi tersebut berdampak pada kawasan tertentu, sehingga memengaruhi stabilitas global secara menyeluruh. Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat bahwa fragmentasi geopolitik berpotensi mengganggu perdagangan internasional serta menekan pertumbuhan ekonomi global dalam jangka panjang. Dengan demikian, isu geopolitik tidak lagi bersifat eksternal semata, melainkan memiliki implikasi langsung terhadap kondisi ekonomi dan sosial berbagai negara.
Indonesia berada dalam posisi yang khas. Indonesia tidak terlibat secara langsung dalam konflik global, namun tetap terhubung dalam sistem internasional yang saling memengaruhi. Oleh karena itu, diperlukan arah kebijakan yang jelas agar Indonesia mampu merespons dinamika global secara tepat tanpa kehilangan pijakan.
Pancasila sebagai Landasan Etika dalam Menghadapi Geopolitik Global
Dalam menghadapi tekanan geopolitik, setiap negara memerlukan landasan nilai yang kuat. Bagi Indonesia, Pancasila merupakan dasar tersebut. Pancasila itu ideologi negara, yang juga lebih jauh lagi dilihat sebagai pedoman dalam merumuskan kebijakan politik, baik di dalam negeri maupun dalam hubungan internasional.
Baca juga : Geopolitik Dunia Memanas, Bamsoet: Kadin All Out Dukung Pemerintah
Pengalaman saya dalam dunia akademik dan interaksi internasional, termasuk keterlibatan dalam diskursus hubungan internasional di Tomsk State University, Rusia, menunjukkan secara langsung bagaimana negara-negara besar memandang kepentingan strategis mereka dalam konteks global yang kompetitif. Perspektif tersebut memperkuat pemahaman bahwa setiap negara membutuhkan fondasi nilai yang kokoh agar tak terseret dalam tarik-menarik kepentingan global.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti kemanusiaan, keadilan, dan persatuan, memberikan kerangka berpikir yang seimbang. Dalam situasi ketika banyak negara mengambil langkah yang cenderung reaktif dan berorientasi jangka pendek, Pancasila mendorong pendekatan yang lebih terukur dan berorientasi jangka panjang.
Data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan bahwa belanja militer global telah melampaui USD 2,2 triliun. Hal ini mencerminkan meningkatnya intensitas kompetisi kekuatan di tingkat internasional. Dalam kondisi seperti ini, negara yang rapuh akan landasan nilai ideologi, berisiko terjebak dalam dinamika yang tidak stabil.
Pancasila memberikan arah agar Indonesia tetap berpijak pada prinsip kemanusiaan dan keadilan, sekaligus menjaga kepentingan nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil bersifat responsif, dan memiliki dasar yang konsisten.
Bebas Aktif sebagai Strategi Indonesia dalam Dinamika Global
Selain landasan nilai, Indonesia memiliki prinsip bebas aktif sebagai strategi dalam menjalankan politik luar negeri. Prinsip ini menegaskan bahwa Indonesia tidak terikat pada blok kekuatan mana pun, sekaligus tetap berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Baca juga : PT IIM: Eskalasi Geopolitik Timteng Dorong Pentingnya Diversifikasi Portofolio
Dalam praktiknya, bebas aktif memberikan ruang bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan dalam menentukan kebijakan luar negeri. Indonesia dapat menjalin hubungan dengan berbagai negara tanpa harus terikat pada kepentingan kekuatan tertentu. Pada saat yang sama, Indonesia tetap berkontribusi dalam berbagai forum internasional, seperti G20 dan ASEAN, guna mendorong dialog dan kerja sama.
Pengalaman berinteraksi dalam forum akademik internasional memperlihatkan bahwa negara yang mampu menjaga independensi sikap justru memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Dalam konteks tersebut, prinsip bebas aktif harus relevan dan juga strategis dalam menjaga keseimbangan hubungan antarnegara.
Perkembangan geopolitik modern juga menunjukkan bahwa bentuk konflik semakin kompleks. Persaingan tidak boleh terjadi melalui kekuatan militer, tetapi melalui pengaruh informasi. Laporan World Economic Forum menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko global utama dalam jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas suatu negara sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola arus informasi.
Dalam konteks tersebut, nilai persatuan dalam Pancasila menjadi semakin penting. Masyarakat yang terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat berpotensi mengalami polarisasi, yang pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan nasional. Oleh karena itu, komunikasi politik yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas negara.
Penutup
Dinamika geopolitik global akan terus berkembang dan cenderung semakin kompleks. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Indonesia memerlukan arah yang jelas dan konsisten.
Baca juga : Geopolitik Dunia Dorong Strategi Sinergi Energi Nasional
Pancasila memberikan dasar nilai yang kokoh, sedangkan prinsip bebas aktif memberikan kerangka strategi yang adaptif. Keduanya saling melengkapi dalam menjaga posisi Indonesia di tengah perubahan global.
Dengan berpegang pada nilai dan strategi tersebut, Indonesia memiliki kapasitas untuk menjaga stabilitas nasional, mempertahankan kedaulatan, serta berkontribusi dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.
Prof. Ali Mochtar Ngabalin, M. Si adalah Ketua DPP. Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya