Dark/Light Mode
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kita tahu kebakaran hutan masih belum juga dapat diatasi dengan baik. Bahkan diberitakan bahwa asap karhutla mulai masuk Jakarta dan Rakyat Merdeka RM.id 20 Oktober 2026 menulis berita berjudul “Pemprov DKI Siagakan Faskes Berobat Korban Asap Karhutla Bebas KTP”.
Sudah banyak dibahas tentang dampak kesehatan asap kebakaran hutan dan lahan pada paru dan saluran napas, termasuk ribuan kasus ISPA di seluruh tanah air dan juga keluhan batuk dan sesak napas warga, serta perburukan penyakit asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Pada dasarnya kita ketahui bahwa asap kebakaran hutan dan lahan yang dihisap warga dan masuk ke dalam paru tentu punya dampak pada kesehatan parunya, termasuk daya tahan paru sehingga bukan tidak mungkin lebih mudah menyebabkan penyakit di paru.
Dalam hal ini kita patut ketahui bahwa salah satu masalah besar kesehatan paru kita adalah penyakit tuberkulosis (TB). Indonesia adalah penyumbang kasus TB terbesar kedua di dunia.
Baca juga : Dampak Karhutla Sudah Lebih Dari Seperempat Abad
Tentu kita perlu amati tentang ada tidaknya kemungkinan hubungan antara asap kebakaran hutan dengan penyakit TB ini. Berikut akan disampaikan dua penelitian di jurnal ilmiah internasional tentang hubungan asap kebakaran hutan dan tuberkulosis, beserta satu publikasi ilmiah analisa situasi.
Penelitian pertama berjudul “Tuberculosis Diagnoses Following Wildfire Smoke Exposure in California” oleh Linde dan kawan-kawan. yang dipublikasi di “American Journal Respiratory Critical Care Medicine” tahun 2023. Mereka melakukan penelitian pada 3,139 pasien yang terpapar karhutla antara tahun 2014 sampai 2019 di California Amerika Serikat.
Hasilnya antara lain menunjukkan bahwa memang ada peningkatan risiko terdiagnosis tuberkulosis aktif, dengan peningkatan 5 persen angka “adjusted odds of tuberculosis diagnosis”.
Penelitian kedua dilakukan di Brazil, negara yang juga termasuk tinggi beban kasus TB nya (high burden TB countries) dan juga mengalami kebakaran hutan.
Baca juga : Dugaan Kasus Pes Di Rusia
Publikasi ilmiah mereka berjudul “The effect of wildfire smoke exposure on tuberculosis diagnoses in Brazil: a casecrossover analysis”, di jurnal ilmiah internasional “Epidemiology” bahkan di Oktober 2026, jadi di bulan ini. Mereka menganalisa data pencatatan tuberkulosis Brazil antara tahun 2015-2022.
Hasilnya antara lain menunjukkan bahwa setiap tambahan satu hari paparan asap karhutla berhubungan dengan peningkatan 0.6 perse risiko diagnosis tuberkulosis (odds of TB diagnosis).
Selanjutnya, publikasi dari “Healio” April 2023 yang menganalisa penelitian yang ada sampai pada dua kesimpulan. Pertama, pasien yang terpapar asap kebakaran hutan punya risiko lebih tinggi terdiagnosis tuberkulosis (higher odds for tuberculosis diagnosis) dibandingkan mereka yang tidak terpapar.
Kedua, sesudah pengamatan enam bulan maka kejadian polusi udara akibat kebakaran hutan ternyata dapat berhubungan dengan peningkatan 23 persen risiko untuk tuberkulosis (increased odds for TB).
Baca juga : Kesehatan Tempat Pengungsian
Semoga asap kebakaran hutan di Indonesia segera dapat dipadamkan, sehingga tidak berdampak pada kemungkinan peningkatan kasus tuberkulosis di negara kita.
Oleh: Prof. Prof Tjandra Yoga Aditama
-Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia
-Mantan DirJen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
-Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan
-Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
-Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
-Penerima Rekor MURI April 2024
-Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 - PERSI
-Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.