Dark/Light Mode
Etika Politik Nabi Muhammad SAW (54)
Antara Politik Islam Dan Islam Politik (2)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Butir-butir perjanjian itu diterima agar kaum kafir Quraisy Mekah tidak ditahan di Madinah agar tidak ikut membebani ekonomi Madinah yang sudah dibanjiri pengungsi. Sedangkan orang Islam yang dibiarkan ditahan di Mekkah, pasti akan berusaha menjalankan politik tertentu untuk memecah belah kekuatan kaum kafir Quraisy di sana.
Alhasil, semua prediksi Rasulullah benar. Sahabat kemudian mengagumi kecerdasan Rasulullah. Akhirnya, Rasulullah SAW semakin menakjubkan di mata para sahabatnya.
Baca juga : Ketum PP PBSI Agung Firman Semangati Atlet Indonesia Di Thailand Open 2021
Contoh kasus semacam inilah yang disebut Politik Islam. Terkadang harus mundur selangkah untuk meraih kemenangan. Dalam posisi umat Islam masih minoritas, tidak ada cara terbaik kecuali kooperatif dengan keiinginan mayoritas, demi menyelamatkan umat. Terkadang juga harus bersabar dan menanti saat yang tepat, untuk memulai sebuah strategi baru untuk mencapai kesuksesan menyeluruh.
Politik Islam bukan untuk mentolerir jatuhnya korban hanya untuk mencapai kemenangan politik secara simbolis. Kemenangan substansial jauh lebih berharga ketimbang kemenangan simbolik. Untuk apa kemenangan simbolik jika substansi Islam tidak bisa diimplementasikan, apalagi kalu merugikan Islam.
Baca juga : Layanan SIM Keliling Di Jakarta, Hari Ini Cuma Sampai Jam 12 Siang
Dalam kasus yang berbeda, ketika Ali dan Mu’awiya berseteru, masing-masing tidak ada yang mau mengalah. Ali sudah dilantik menjadi khalifah keempat, tetapi tidak diakui oleh Mu’awiyah. Karena tidak ada yang mau mengalah, maka terjadilah peperangan yang disebut Perang Shiffin. Mu’awiyah didukung oleh ‘Aisyah, isteri Nabi dan Ali tentu saja didukung oleh isterinya, Fathimah, putri Nabi.
Perang tidak dapat dielakkan antara keduanya. Di tengah perang saudara ini, Amr ibn ‘Ash yang dikenal sebagai politikus cerdik di pihak Mu’awiyah, menyerukan gencatan senjata dan perdamaian. Ia menggunakan simbol 500 Al-Quran yang diusung diujung tombak sambil mengajak semua pasukan untuk kembali kepada penyelesaian secara Al-Quran. Ali dan Mu’awiyah menyetujuinya. **
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.