Dark/Light Mode
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Sulit mencari padanan tokoh toleransi sebelum Nabi Muhammad SAW. Beberapa orientalis pengagum Nabi Muhammad seperti Philips K Hitti, Michel Hart, dan Thomas Carlyle, bahkan sangat terkesan dengan sikap toleransi Nabi Muhammad SAW.
Baca juga : Mengapresiasi Pluralitas (2)
Di antara mereka menyebutnya sebagai The Father of Tolerance terhadap Nabi Muhammad SAW. Mereka terkesan ketika Nabi Muhammad SAW menyelesaikan beberapa kasus antar umat beragama, seperti pada kasus perebutan kembali kota Mekkah (Fathu Makkah). Nabi meninggalkan tradisi perang Arab Jahiliyah, pihak yang kalah laki-lakinya dibunuh, perempuannya dijadikan budak. Nabi meninggalkan tradisi itu lalu memberikan kemerdekaan kepada kaum laki-laki dan perempuan.
Baca juga : Mengapresiasi Pluralitas (1)
Toleransi dalam arti menjalin hubungan yang harmonis antara berbagai komponen warga bangsa/negara merupakan salah satu ciri khas ajaran Islam. Banyak ayat dan hadis yang menyatakan dukungan toleransi secara terbuka dengan berbagai komunitas masyarakat. Islam tetap menghargai agama, etnik, dan berbagai perbedaan yang terjadi di masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.