Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Etika Politik Nabi Muhammad SAW (55)
Fenomena Deterritorialisasi Dunia Islam (3)
Kamis, 21 Januari 2021 05:02 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kedua pengamat ini melihat bahwa dampak eksodus yang dipicu oleh berbagai krisis, seperti krisis ekonomi dan politik, memberikan dampak hegemoni multi dimensi di negara-negara tujuan. Tentu saja dampak tersebut ada yang menganggapnya positif dan ada yang menganggapnya negatif.
Baca juga : Fenomena Deterritorialisasi Dunia Islam (2)
Di negara-negara tempat tujuan mereka telah lahir generasi kedua yang tetap beragama Islam (the western-born and the second-generation muslim). Dari manapun dan di manapun komunitas Islam itu berada, selalu menciptakan lingkungan sosial unik, karena mereka memiliki simbol-simbol perekat (melting pot) berupa mesjid, halal food, pendidikan dasar keagamaan untuk anak-anak mereka, dan majelis taklim untuk para orang tua. Bahkan terakhir ini memiliki media telivisi dan media sosial lainnya, yang bisa lebih merekatkan hubungan mereka satu sama lain.
Baca juga : Fenomena Deterritorialisasi Dunia Islam (1)
Fenomena perilaku the second-generation muslim ini menampilkan perilaku ganda. Satu sisi sebagai seorang muslim sangat respek terhadap tokoh agamanya yang kebanyakan berasal dari luar, tetapi pada sisi lain, sangat loyal ke negeri kelahiran mereka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya