Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Mahasiswa UI dan 4 Warga Laos Bawakan Tarian Kuning Sirih
Jumat, 19 Agustus 2022 13:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI) digelar bertepatan dengan 65 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Laos.
Pada perayaan ini, seorang mahasiswa Prodi Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Aisya Jenina Albayroni bersama empat warga setempat berhasil memukau pengunjung acara dengan membawakan Tarian Sirih Kuning asal Betawi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Vientiane, Laos.
Baca juga : Gag Nikel Luncurkan Buku Berjuang Di Tengah Arus Pesimisme
Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), DR. Rachma Fitriati, M.Si mengatakan, apa yang dilakukan Aisya sejalan dengan Program Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).
"Menurut Dirjen Dikti Kemendikbud, sejatinya para mahasiswa yang saat ini belajar di Perguruan Tinggi, harus disiapkan menjadi pembelajar sejati yang terampil, lentur, dan ulet (agile learner). Kreativitas dan inovasi menjadi kata kunci penting untuk memastikan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," ujar Rachma di Jakarta, Jumat (19/8/).
Baca juga : Jababeka Morotai-Lanal Morotai Kibarkan Bendera Di Bawah Laut
Rachma Fitriati menambahkan, Mahasiswa UI yang sedang melaksanakan Program Magang Mandiri tersebut, sesungguhnya melaksanakan Kebijakan MBKM dalam arti yang sesungguhnya.
Dia berani keluar dari zona nyaman dengan belajar survive untuk melakukan Magang Mandiri di luar negeri.
Baca juga : Perindo Gandeng UMKM Gelar Perlombaan Se-Indonesia
“Berkali-kali, Mas Menteri menyampaikan, pembelajaran dapat terjadi di mana pun. Tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium, tetapi juga bisa di desa, industri, tempat-tempat kerja, tempat-tempat pengabdian, pusat riset, maupun di masyarakat, termasuk di KBRI Vientiane Laos ini,” ujarnya.
Kebijakan ini merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya