Dark/Light Mode

Tergolong Cedera Otak Traumatik yang Parah, Apa itu Diffuse Axonal Injury?

Senin, 6 Maret 2023 14:39 WIB
Ilustrasi cedera atau gangguan otak. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi cedera atau gangguan otak. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pada saat terduga mengalami Diffuse Axonal Injury, dokter biasanya akan langsung memulai tindakan penanganan segera.

Apa penyebab diffuse axonal injury? Diffuse axonal injury sendiri disebabkan karena adanya benturan benda atau permukaan tumpul yang keras di kepala. Benturan tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti: kecelakaan lalu lintas, kepala terbentur permukaan keras saat terjatuh, kekerasan, shaken baby syndrome pada bayi.

Apa gejala dari diffuse axonal injury? Diffuse axonal Injury memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung dari letak dan luasnya area saraf yang mengalami cedera. Beberapa gejala yang bisa dirasakan yaitu: kehilangan kesadaran, ketidakmampuan berbicara dan mendengar, amnesia, kesulitan untuk berpikir atau kebingungan, kelumpuhan, kehilangan keseimbangan sakit kepala.

Namun pada kebanyakan kasus parah, diffuse axonal injury dapat menyebabkan kematian, koma, atau memasuki kondisi vegetatif.

Kondisi vegetatif sendiri merupakan kondisi dimana serebrum atau bagian otak yang mengendalikan perilaku dan pikiran tidak dapat lagi berfungsi secara normal.

Baca juga : Peternak Terdampak PMK Bandung Barat Kembali Terima Bantuan Kementan

Dalam kondisi ini, seseorang tidak lagi mampu bergerak maupun berpikir dengan bebas, namun mungkin masih bisa merespon refleks terhadap hal-hal sekitar seperti berkedip atau menarik tangannya saat digenggam.

Apakah diffuse axonal injury bisa disembuhkan? Penanganan diffuse axonal Injury merupakan hal yang krusial dan harus dilakukan dengan cepat. Karena itulah istilah golden hour sangat penting dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus cedera otak traumatik seperti DAI.

Golden hour merupakan rentang waktu penyelamatan efektif yang terhitung untuk menentukan serta melakukan pertolongan pertama pada kondisi darurat, seperti cedera otak traumatik.

Rentan golden hour berbeda-beda tergantung dari jenis kondisi darurat yang dialami korban. Pada cedera otak traumatik, golden hour terhitung selama 60 menit setelah cedera berlangsung.

Oleh karena itu, segera bawa korban ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang mendukung untuk melakukan pertolongan pertama, dimana para petugas medis dapat mengurangi risiko terburuk yang bisa terjadi dengan mengurangi pembengkakan agar bisa melakukan tindakan pemulihan.

Baca juga : Lawan Bhayangkara FC, Macan Putih Minus Bek Asal Brazil

Adapun beberapa stadium diffuse axonal injury (DAI), yaitu:

Stadium 1 : Cedera yang terjadi hanya sebatas pada axon pada jaringan otak.

Stadium 2 : Cedera yang terjadi meluas hingga korpus kalosum.

Stadium 3 : Cedera hingga melibatkan batang otak.

Semakin tinggi stadium yang dialami pasien, maka tingkat pemulihan pasien juga akan semakin buruk. Cedera pada stadium 3, secara umum menyebabkan pasien jatuh pada kondisi vegetatif persisten.

Baca juga : Partai Ummat Disebut Nggak Etis Dan Ganjen

Beberapa program rehabilitasi yang Dokter rekomendasikan dapat meliputi terapi berbicara, terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi rekreasi Beberapa pengobatan tambahan mungkin akan direkomendasikan oleh dokter sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Namun kebanyakan kasus diffuse axonal injury yang berakhir pada koma atau kondisi vegetatif memiliki kemungkinan sembuh yang semakin kecil, bahkan dengan bantuan terapi sekalipun.

Itulah mengapa ketika Anda menduga seseorang mengalami DAI, jangan ragu untuk segera membawanya ke rumah sakit.

Eka Hospital sudah memiliki serangkaian dokter spesialis saraf dan bedah saraf yang dapat membantu Anda dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus fiffuse axonal injury. Dokter-dokter Eka Hospital juga dapat menangani masalah pada otak dan saraf seperti tumor otak, alzheimer, parkinson, hingga stroke. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.