Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Si Avoidant, Anxious Vs Secure Attachment? Membentuk Hubungan Secure Attachment
Sabtu, 14 Desember 2024 20:57 WIB
Belakangan ini, istilah anxious, avoidant, bahkan secure attachment dalam gaya keterikatan, terkhususnya berpacaran, marak menjadi pembahasan di sosial media, pada beranda Instagram, X (Twitter), dan TikTok. Hal ini akhirnya menjadi sorot perhatian bagi anak muda yang tengah menjalani hubungan, terutama Long Distance Relationship (LDR).
Pada suatu hubungan, baik hubungan jarak dekat maupun hubungan jarak jauh, sudah selayaknya berjalan dengan baik dengan komunikasi, dan komitmen yang baik. Namun, terkhusus Long Distance Relationship (LDR), pemenuhan terkait komunikasi maupun komitmen tidaklah mudah. Pacaran yang menjalani hubungan jarak jauh cenderung membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat bertemu dengan pasangan mereka, hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan pada pemenuhan hubungan.
Namun, permasalahan yang seringkali ditemukan adalah, tidak setiap individu siap bahkan cocok untuk menjalani sebuah LDR, hal tersebut disesuaikan dengan bagaimana seorang individu memiliki jenis keterikatan. Salah satu bagian dari kepribadian individu yang memiliki peran dalam menentukan kualitas hubungan individu dengan pasangan adalah keterikatan (attachment). Dalam hal ini, bentuk keterikatan suatu individu dikategorikan menjadi 3, yakni avoidant, anxious, dan secure attachment.
Baca juga : Sipetasan, Solusi Baru Kementan Untuk Pelayanan Pelepasan Varietas
Berdasarkan pengalaman, pribadi anxious adalah orang yang gelisah ketika merasa sendirian. Ia merupakan pribadi yang tidak dapat sendirian dan selalu membutuhkan orang disekitarnya, terutama dalam kasus ini adalah kekasihnya. Ia merasa terikat sepenuhnya kepada kekasihnya, sehingga ketika ia merasa ada tanda tanda yang dirasa berbeda dari sang kekasih, ia mulai mempertanyakan dirinya, dan juga pacarnya. Sehingga, pribadi ini akan selalu mempertanyakan dirinya apakah layak untuk dicintai? Atau apakah pacarnya masih menyayanginya? Bahkan merasa dirinya tidak layak untuk dicintai ketika orang yang dicintainya dirasa berubah.
Sedangkan, pribadi avoidant adalah orang yang dinilai kesulitan dalam mengekspresikan pribadi dan perasaannya kepada orang disekitarnya. Pribadi avoidant, seringkali menjauh dan menarik diri dalam keadaan sulit, maupun dalam keadaan tertentu yang membutuhkan komunikasi yang baik (intense), ia cenderung menghindari hal hal atau moment yang membuatnya mengekspresikan perasaan emosionalnya, bahkan seringkali sulit dalam mengkomunikasikan apa yang seharusnya dilakukan dalam suatu hubungan, layaknya hubungan yang seharusnya berjalan dengan nyaman dan aman satu sama lain dengan gaya secure attachment.
Pramantari, Anma, dkk. (2023) menyatakan, keterikatan seseorang biasanya terjadi karena keinginan mereka untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman (secure) dan nyaman yang harus terpenuhi. Dimana keamanan adalah kebutuhan paling mendasar pada tiap tiap individu. Hubungan dengan secure attachment akan membuat pribadi saling merasa nyaman dengan kedekatan yang terjadi antara dirinya dengan pasangan. Hal tersebut didorong karena rasa aman dan nyaman dalam pasangan konsisten terpenuhi, singkatnya api mereka selalu terjaga.
Baca juga : Sikomandan, Jurus Jitu Pemerintah Untuk Tingkatkan Populasi Sapi Perah Nasional
Maka, dari hubungan tersebut akan berkembang menjadi model positif pada diri masing masing dari pasangan dan begitupun membawa dampak yang baik pada orang lain disekitarnya.
Sebuah hubungan, tentunya akan dapat berjalan dengan baik, apabila kedua belah pihak dapat "saling" melengkapi, menjaga komunikasi, serta komitmen yang dijalani. Hubungan bukan berarti menjadi "paling", sehingga tidak akan ada pihak yang merasa kurang atau bahkan dirasa lebih mencintai satu sama lain.
That's it! Jaga selalu apinya, bukan lagi seperti layaknya api yang nyala menggebu gebu, namun jadilah seperti api tungku yang menjaga kehangatan di dalam rumah.
sandra manurung
Sandra Manurung
Sandra Manurung
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya