Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Fenomena Second Account Jadi Ruang Aman Gen Z dari Dunia yang Terlalu Publik
Minggu, 27 April 2025 20:14 WIB
Di era sekarang ini, akses mudah untuk mem-posting apa pun di media sosial. Dengan arus deras media sosial yang kian hari kian terbuka, generasi Z atau Gen Z mempuanyai ruang tersendiri untuk mengekspresikan diri secara lebih tertutup dan bebas. Second account atau akun kedua adalah tempat lebih bebas membagikan keluh kesah dan sisi lain dari diri mereka yang tidak selalu ingin diketahui orang lain .Fenomena ini bukan sekadar tren digital, ini adalah sebuah respons yang timbul dari dunia maya yang terjadi pencitraan sempurna.
Berbeda dari akun utama yang biasanya lebih rapi dan posting-an estetik dan citra bagus, di second account mereka lebih merasa bebas. Fenomena ini marak di berbagai platform media sosial, terutama Instagram dan X (sebelumnya Twitter). Istilah seperti finsta (fake Instagram) marak di kalangan pengguna muda. Di balik itu semua, walaupun ada fitur akun private, mereka lebih memilih dan merasa aman mengekpresikan diri yang sebenarnya di second acount, kareana di situlah ruang terbatas karena lingkaran pertemanan mereka itu-itu saja.
Privasi dan Keaslian di Era Digital
Baca juga : Ignasius Jonan Hadiri Misa Dan Beri Penghormatan Terakhir Untuk Paus Fransiskus
Nisa (21), seorang mahasiswi di Semarang, mengaku, di second account, dirinya bisa lebih jujur dalam memperlihatkan kehidupan yang sebenarnya seperti apa. Nggak takut di-judge karena yang mem-follow cuma teman-teman dekat.
Second account memiliki peran sebagai pelarian untuk berbagai hal yang random. Di balik adanya pengaturan private dan jumlah pengikut yang lebih terbatas untuk teman dekat saja, mereka merasa lebih nyaman mengunggah sesuatu tanpa pikir panjang. Entah itu tentang hal-hal konyol, atau curhatan isi hati yang tidak sesuai dengan “image” yang dibangun mereka sendiri.
Tempat Curhat dan Validasi Emosi
Baca juga : Dubes Desra Percaya Duet Bareng Marlon Gabriel Di Lancaster House
Selain berfungsi sebagai wadah kebebasan berekspresi, second account juga menjadi sarana membangun koneksi emosional yang lebih natural. Dalam lingkup yang kecil itu, Gen Z berbagi keresahan memberi dukungan satu sama lain, dan merasa lebih nyaman tanpa menampilkan sisi sebaik mungkin.
Dio (20), pengguna aktif second account, menyatakan, teman-teman di second account biasanya lebih peduli. Fenomena ini juga mencerminkan kebutuhan Gen Z dengan pentingnya kesehatan mental yang harus dijaga dengan baik. Di tengah kesibukan dan tekanan yang mereka alami di kehidupan, mereka hanya mencari cara untuk menjaga kewarasan dan tanpa dipungkiri second account menjadi salah satu solusinya.
Antara Kebebasan dan Risiko
Baca juga : Kemenkop Gercep Tindak Lanjuti Rencana Pembentukan 70 Ribu Kop Des Merah Putih
Namun, tak bisa dimungkiri second account juga memiliki sisi gelap. Karena merasa aman, malah terkadang beberapa pengguna sedikit lepas kendali dalam mengunggah suatu hal-hal sensitif atau memicu kontroversi. Anonimitas dan privasi bisa membuat seseorang merasa bebas dari akibat yang ditimbukan. Padahal, orang terdekat yang kita percarai pun bisa saja berkhianat dan jejak digital tetap ada.
Jadi, kita tetap harus berhati-hati dan memiliki etika bermedia sosial. Kebebasan berekspresi memanglah penting, tetapi harus disertai kesadaran dalam bertanggung jawab. Dengan kebebasan yang didapat, kalau tidak memanfaatkanya dengan baik, justru malah memberikan bumerang yang jelek bagi diri sendiri.
Yulianci
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Semarang
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Semarang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya