Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Begitu kaki menyentuh pasir putih, hati langsung adem. Angin laut semilir, air sebening kaca, ikan warna-warni berenang santai—rasanya seperti disambut langsung oleh surga.
Inilah Pulau Mala Mala, salah satu permata tersembunyi di gugusan Pulau Obi, Maluku Utara.
Hari ketiga kunjungan Rakyat Merdeka dan media Nasional bersama Harita Nickel, Jumat (13/6), rombongan kami dapat bonus langka: berenang di pantai Mala Mala Pulau Mala, Maluku Barat Daya Sebelum serius menengok tambang, kami perlu nyebur dulu ke laut.
Bukan sekadar nyebur, ini ritual “penyegaran jiwa".
Pagi itu, rombongan dibagi dua. Sebagian nyemplung ke pantai Mala Mala, sebagian lagi milih narik pancing di laut lepas. Sama-sama basah, sama-sama hepi. Yang di pantai disuguhi panorama level dewa.

Baca juga : Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Sultan Bacakan Teks Pembukaan UUD 1945
Berenang di laut lepas juga penuh sensasi. Saat kaki menginjak terumbu karang, ada rasa nyelekit. Perih, tapi justru itu yang bikin pengalaman makin nyata.
Air asin masuk ke mulut, mata pun sedikit pedas. Tapi siapa peduli? Yang penting: bebas, bersih, dan segar. Jauh dari polusi.
Momen begini langka. Apalagi buat kita-kita yang biasa berenang di kolam hotel atau paling banter empang buatan. Di sini, semuanya alami.
Saking bersihnya, kami bisa rebahan di pasir, bisa lihat elang melayang tinggi.
Burung-burung besar juga tampak berseliweran di langit pulau. Pemandangan gratis, hati senang.

Baca juga : Perang Di Mana-mana, Prediksi Prabowo Menjadi Kenyataan
Pulau Mala sendiri termasuk wilayah Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Luasnya sekitar 13 kilometer persegi.
Letaknya terpencil, hanya bisa dijangkau dengan kapal. Tapi justru karena terpencil itu, pantainya masih perawan. Belum tersentuh hiruk-pikuk turis.
Secara medis, berenang di laut juga banyak manfaat. Menurut ahli kesehatan, air laut mengandung mineral seperti magnesium, natrium, dan yodium yang baik untuk kulit dan sistem pernapasan.
Gerakan saat berenang di ombak juga bantu relaksasi otot. Jadi bukan cuma liburan, tapi juga terapi. Selain hati senang, tubuh juga sehat.

Siang harinya, kami kembali ke Living Quarter buat istirahat sejenak, sebelum lanjut ke fasilitas Sediment Pond (bagian dari water management pertambangan) di kawasan industri Obi milik Harita Nickel.
Baca juga : Bobby Kertanegara Muncul Di Istana, Bill Gates Tersenyum Lebar
Kami juga dijadwalkan berkunjung ke mata air jernih di Desa Kawasi.
Mala Mala sukses menyegarkan tubuh dan pikiran kami. Di ujung Obi, ternyata ada surga kecil yang bikin kami lupa, bahwa ini semua bagian dari kerja.
Namanya juga wartawan, refreshing ya harus diselipkan di sela liputan. Yang penting tetap pegang prinsip: “Basah boleh, nulis tetap tajam!”
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya