Dark/Light Mode

Layanan Bisnis Makin Praktis dengan Chatbot Berbasis NLP

Minggu, 14 September 2025 11:13 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penggunaan chatbot untuk bisnis di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan dari DailySocial dan IDC Indonesia, lebih dari 60 persen perusahaan di Indonesia telah mengadopsi chatbot sebagai bagian dari strategi layanan pelanggan, terutama di sektor e-commerce, perbankan, dan telekomunikasi.

WhatsApp menjadi kanal utama integrasi chatbot, mengingat penetrasi aplikasinya yang tinggi di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa chatbot kini bukan sekadar tren, tetapi sudah menjadi alat penting untuk mendukung efisiensi dan skala layanan pelanggan di berbagai industri.

Namun, tak sedikit pelanggan yang justru frustrasi karena jawaban robot terasa kaku, tidak nyambung, dan tidak menyelesaikan masalah.

Dalam lanskap digital saat ini, kecepatan dan keakuratan layanan adalah hal mutlak. Sayangnya, sebagian besar chatbot yang digunakan masih mengandalkan alur pilihan (decision tree) dan kata kunci statis.

Akibatnya, pertanyaan dasar seputar jam operasional, pengiriman, atau kebijakan pengembalian sering dijawab dengan informasi yang tidak relevan.

Baca juga : Aktivis Muda: Isu Darurat Militer adalah Tudingan Tak Berdasar

Situasi ini berisiko merusak kepercayaan pelanggan dan menghambat pertumbuhan bisnis, khususnya di sektor yang padat interaksi seperti e-commerce, perbankan, dan layanan publik. 

"Tantangan utama implementasi chatbot bukan terletak pada teknis, tetapi pada pendekatan membangunnya. Banyak bisnis tergiur oleh efisiensi chatbot, namun lupa bahwa inti komunikasi tetaplah pengalaman manusia yang alami," jelas Rizka Tunnisa, Chief Business Officer Sprint Asia Technology, Eizka Tunnisa.

Dia menyatakan, chatbot tanpa pemahaman konteks, kemampuan Natural Language Processing (NLP) yang matang, serta penyesuaian dengan karakteristik bahasa lokal justru bisa menghambat.

"Pelanggan merasa frustrasi ketika pertanyaan sederhana dijawab dengan respons generik atau berputar-putar tanpa solusi,” ucapnya. 

Teknologi NLP merevolusi cara chatbot menangani pertanyaan pelanggan, khususnya dalam konteks FAQ.

Berbeda dengan pendekatan skrip kaku, NLP memungkinkan chatbot memahami maksud pengguna dari berbagai variasi kalimat, termasuk bahasa informal dan ejaan tidak baku.

Baca juga : Konsumen Makin Peduli dengan Legalitas Halal Sebuah Produk

Dengan demikian, chatbot mampu menjawab ratusan pertanyaan serupa dengan cepat dan konsisten, sekaligus memberikan pengalaman interaksi yang lebih natural.

Hari ini, konsumen ingin dilayani lewat percakapan alami, bukan seperti mengisi formulir otomatis. NLP membuat chatbot bisa ‘menangkap’ maksud orang meskipun bahasanya campur-campur atau tidak baku.

"Bagi bisnis, kemampuan ini krusial karena pengalaman pelanggan yang baik selalu dimulai dari komunikasi yang nyambung. Respons cepat dan nyambung bikin pelanggan betah, percaya, dan akhirnya kembali lagi,” lanjut Rizka.

Sprint Asia Technology menghadirkan chatbot berbasis NLP yang dilatih untuk memahami konteks lokal, bahasa sehari-hari, dan pola tanya khas pelanggan.

Bagi Sprint Asia, chatbot bukan sekadar alat otomatisasi, melainkan solusi komunikasi modern: cepat, relevan, dan tetap personal.

“ika bisnis Anda masih mengandalkan chatbot yang sekadar menjawab seadanya, mungkin sudah waktunya beralih.

Baca juga : 20 Tahun SAORI Hadirkan Masakan Lezat, Praktis dan Terjangkau di rumah

"Karena hari ini, pelanggan tak mau lagi dibalas robot yang ‘tidak nyambung’. Mereka ingin didengar dan dipahami, dan Sprint Asia Technology hadir untuk itu," tandasnya.

Didirikan pada tahun 2000, Sprint Asia menawarkan layanan terintegrasi mencakup berbagai solusi teknologi mutakhir, mulai dari broadcast messaging, live chat agent, chatbot AI, program loyalitas, iklan digital, Easy Invoice sebagai tautan pembayaran digital, hingga WhatsApp Business API, semuanya dalam satu platform.

Sprint Asia berkomitmen memberikan layanan dan solusi teknologi terkini bagi sektor ekonomi digital Indonesia dengan mengedepankan integritas, kualitas, dan inovasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.