Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gelar Consumer Outlook Survey, FWD Ungkap Kesiapan Finansial Kelas Menengah
Senin, 13 April 2026 16:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian pendapatan dan kenaikan biaya layanan kesehatan, masyarakat kelas menengah Indonesia semakin memprioritaskan stabilitas finansial dibandingkan pertumbuhan.
Hal ini menjadi salah satu temuan utama FWD Consumer Outlook Survey, yaitu sebuah riset yang dilakukan FWD Group Holdings Limited (FWD Group atau FWD), berkolaborasi dengan Ipsos yang mengkaji kesejahteraan finansial, kekhawatiran kalangan kelas menengah Asia di berbagai generasi dan tahap kehidupan.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, survei ini juga meneliti perbedaan kebutuhan dan perilaku antar generasi, serta bagaimana masyarakat mempersiapkan diri dalam menghadapi risiko finansial di masa depan.
Menurut Rudy, hasil studi menunjukkan sekitar dua pertiga responden merasa tertekan secara finansial, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang terutama dipicu oleh kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan pendapatan, dan tingginya biaya kesehatan.
Dia menegaskan, setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda di setiap tahapan kehidupannya.
"Melalui FWD Consumer Outlook Survey, kami ingin memahami kondisi, kebutuhan dan kesenjangan perlindungan masyarakat kelas menengah secara lebih mendalam,” ujar Rudy di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Rudy melihat, masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks. Sementara, terdapat kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan.
Apalagi semakin banyak individu yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan.
Baca juga : Lima Langkah Agar Sehat Fisik dan Finansial Setelah Lebaran
“Temuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu industri dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” kata Rudy.
Lebih lanjut Rudy menyampaikan, dari hasil survei, masyarakat kelas menengah di Indonesia cenderung berada dalam posisi berhati-hati secara finansial, dengan sekitar 66 persen responden merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini, kata dia, dipicu oleh kenaikan biaya hidup sebesar 70 persen, ketidakpastian pendapatan sebesar 43 persen dan tingginya biaya kesehatan 40 persen.
“Sehingga mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada menjaga stabilitas finansial dibandingkan pertumbuhan,” katanya.
Survei ini melibatkan lebih dari 1.000 responden kelas menengah Indonesia berusia 21–65 tahun, melalui survei online yang dilakukan pada Oktober 2025.
Pihaknya juga melihat, adanya perbedaan kebutuhan dan proteksi antar generasi. Setiap generasi memiliki kebutuhan dan kekhawatiran finansial.
Misalnya, bagi Generasi Z yang lahir di tahun 1996–2010, berfokus pada upaya dalam mencapai kemandirian finansial dengan dukungan proteksi yang sederhana dan terjangkau.
Berbeda dengan Generasi Y yang lahir di tahun 1981–1995, menghadapi tekanan sebagai sandwich generation, di mana generasi ini harus menanggung biaya hidup untuk keluarga inti dan keluarga besar seperti orangtua dan saudara kandung, serta mempertahankan penghasilan hingga risiko inflasi.
Baca juga : Deni Agus Suryo Pastikan Kesiapan Rute dan Venue Kemala Run 2026 di Bali
Sedangkan Generasi X yang lahir di tahun 1965-1980, memprioritaskan stabilitas jangka panjang dan mempertahankan kesejahteraan di usia pensiun.
Untuk itu, dengan dilakukannya survei ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara harapan hidup, kesiapan finansial dan kondisi kesehatan di masa depan, di mana rata-rata responden memperkirakan hidup hingga usia 79 tahun.
Namun, tabungan hanya cukup untuk menopang sekitar 19 tahun setelah pensiun. Selain itu, terdapat potensi periode kerentanan kesehatan selama dua hingga empat tahun di masa tua, yang menegaskan pentingnya perencanaan finansial jangka panjang dan solusi perlindungan yang relevan.
“Dari hasil survei tersebut, FWD Insurance memahami apa yang menjadi perhatian masyarakat lintas generasi, dengan menghadirkan produk asuransi yang relevan,” tutur Rudy.
Saat ini FWD Insurance memiliki sejumlah produk tradisional, baik produk asuransi konvensional maupun syariah, antara lain FWD Asuransi Jiwa, produk asuransi jiwa yang dipasarkan lewat platform digital commerce di website fwd.co.id.
Rudy menjelaskan, produk ini menawarkan manfaat meninggal dunia dengan pilihan uang pertanggungan yang fleksibel.
“Produk ini dapat dipilih Generasi Z yang mencari perlindungan yang mudah dan cepat dengan premi yang terjangkau,” imbaunya.
Selain itu, ada produk asuransi jiwa syariah FWD Rencana Sejahtera, yang memberikan perlindungan jiwa hingga 25 tahun dengan manfaat ekstra selama Ramadan, perjalanan haji dan umrah dan Manfaat Akhir Masa Asuransi sebesar 100 persen Uang Pertanggungan yang dipasarkan lewat jalur pemasaran keagenan.
Baca juga : Kapolri Kawal Program Strategis Pemerintah
Menurutnya, produk ini dapat dipilih masyarakat Generasi Y yang mencari perlindungan multifungsi untuk dirinya dan keluarga.
Tak hanya itu, ada juga FWD Whole Life Protection, yaitu produk asuransi jiwa seumur hidup terhadap risiko meninggal dunia dan penyakit yang tidak tersembuhkan (terminal illness), dengan pilihan Manfaat Hidup sebesar 50 persen Uang Pertanggungan yang akan dibayarkan di usia 55 atau 65 tahun.
Sehingga produk ini dapat dipilih masyarakat Generasi X yang mencari perlindungan dengan manfaat pasti untuk masa pensiun.
Ia mengungkapkan, untuk menjawab kebutuhan akan fleksibilitas dan kemudahan yang terus bertumbuh, FWD Insurance memiliki aplikasi FWD Omne.
“Lewat aplikasi ini, memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari melihat informasi polis, mengakses kartu asuransi digital (eCard), hingga pengajuan klaim dan pemantauan status transaksi," ujar
Ia menambahkan, melalui survei ini juga semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai pusat dari segala hal yang FWD lakukan dengan dukungan teknologi.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih sederhana, mudah diakses dan relevan, serta memberdayakan nasabah untuk celebrate living,” pungkas Rudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya