Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Memutus Rantai Psikosomatis GERD-Anxiety, Pakar Kesehatan Kenalkan Protokol 5R
Sabtu, 25 April 2026 16:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gangguan pencernaan seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) tidak lagi dipandang semata sebagai masalah fisik.
Kondisi ini kerap menjadi 'lingkaran setan' yang berkaitan erat dengan kesehatan mental, khususnya kecemasan atau Anxiety disorder.
Menjawab tantangan tersebut, gelaran Health Talk bertajuk 'Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety' memperkenalkan Protokol 5R.
Metode ini merupakan strategi komprehensif untuk merestorasi fungsi lambung tanpa bergantung sepenuhnya pada obat kimia.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Ratri Saumi menjelaskan, pendekatan penyembuhan GERD tidak cukup hanya dengan menekan produksi asam lambung.
Baca juga : Klungkung Raih Penghargaan Nasional Berkat Layanan Kesehatan Prima dan Inklusif
"Pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh melalui lima tahapan dalam Protokol 5R," katanya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Adapun, tahapan tersebut meliputi Remove (menghilangkan pemicu iritasi dari makanan maupun stres), Replace (mengganti enzim atau zat esensial untuk mendukung pencernaan), Reinoculate (menambahkan bakteri baik atau probiotik).
Lalu Repair (memperbaiki lapisan mukosa lambung), serta Rebalance (menyeimbangkan gaya hidup dan manajemen stres, termasuk hubungan usus dan otak atau gut-brain axis).
Fenomena keterkaitan antara lambung dan kondisi psikologis juga dialami oleh Brand Owner produk Nutriged sekaligus caregiver Dera Nur Tresna.
Dera mengisahkan pengalaman pribadinya pada 2019 saat sang suami mengalami serangan panik akibat asam lambung. Menurut Dera, makanan sehat yang tidak memiliki rasa enak justru dapat memperburuk kondisi pasien.
Baca juga : Perluas Jangkauan Layanan, BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
"Makanan sehat yang tidak enak bisa menjadi bumerang karena memicu stres tambahan dan menurunkan nafsu makan," ujarnya.
Pengalaman tersebut mendorong lahirnya Nutriged, produk sereal multigrain yang dirancang sebagai comfort food untuk mendukung tahap Repair dan Replace dalam Protokol 5R.
Sementara, Psikolog Klinis Mutia Qoriana menjelaskan, iritasi lambung dapat mengirim sinyal bahaya ke otak yang memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol. Kondisi ini dapat menimbulkan ketakutan berlebih, termasuk Thanatophobia.
"Sensasi sesak dada saat GERD kambuh sering disalahartikan sebagai kondisi yang mengancam jiwa, sehingga memicu kecemasan berulang," ujarnya.
Peneliti nutraceutical Ramdani Husnul Huluq menekankan pentingnya pendekatan rasa dalam pengembangan produk nutrisi.
Baca juga : Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, PLN EPI dan Kalimantan Powerindo Bangun Hub
Ia mengungkapkan, Nutriged dirancang dengan melibatkan anak usia 3 tahun sebagai panelis rasa.
"Jika anak kecil menyukai rasanya, maka orang dewasa yang sedang sakit pun bisa merasa lebih nyaman dan bahagia saat mengonsumsinya," ujarnya.
Para pakar menegaskan, kesembuhan dari GERD dan gangguan kecemasan bukanlah hal yang mustahil.
Melalui penerapan Protokol 5R, dukungan nutrisi yang tepat, serta pengelolaan mental yang baik, pasien memiliki peluang besar untuk memutus rantai psikosomatis dan kembali menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya