Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BMDERMA Hadirkan AVICLEAR, Solusi Atasi Jerawat Pertama Paling Mutakhir
Rabu, 3 Juni 2026 18:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - BMDERMA menghadirkan inovasi terbaru di dunia aesthetic dan dermatology Indonesia dengan meluncurkan AVICLEAR, teknologi pertama dan satu-satunya yang diklaim mampu hempaskan jerawat hingga ke lapisan paling dasar.
Kehadiran AVICLEAR menandai era baru dalam penanganan jerawat modern untuk masyarakat Indonesia. Teknologi ini, menggunakan laser dengan panjang gelombang 1.726 nanometer yang secara spesifik menargetkan kelenjar sebasea atau penghasil minyak di kulit, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama munculnya jerawat.
Berbeda dengan metode laser konvensional yang lebih berfokus pada permukaan kulit atau bakteri penyebab jerawat, AVICLEAR bekerja langsung pada sumber produksi minyak berlebih tanpa merusak lapisan kulit dan tanpa memerlukan konsumsi obat oral.
Baca juga : Tosca Clinic Hadirkan XERF, Solusi Lifting & Tightening Nyaman Pertama di Indonesia
Teknologi tersebut diketahui juga telah memperoleh persetujuan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat, dan dapat digunakan untuk menangani berbagai tingkat keparahan acne vulgaris, mulai dari ringan hingga berat.
Sekadar informasi, permasalahan soal jerawat umumnya dipicu oleh kombinasi produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat, pertumbuhan bakteri, hingga peradangan pada kulit.
Dengan menargetkan kelenjar minyak secara selektif, AVICLEAR membantu mengendalikan produksi sebum sehingga pembentukan jerawat baru dapat ditekan sejak awal. Sejumlah studi klinis menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Baca juga : BAZNAS Resmikan Balai Ternak Di Tegal, Perkuat Kemandirian Ekonomi Mustahik
Dalam tiga bulan pertama, sebanyak 78 persen pasien dilaporkan mengalami perbaikan kondisi jerawat hingga lebih dari 50 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 87 persen dalam enam bulan dan mencapai 92 persen setelah satu tahun.
Pada kasus jerawat sedang hingga berat, jumlah nodul jerawat dilaporkan dapat berkurang hingga 97 persen setelah seluruh rangkaian terapi selesai.
Founder sekaligus Head Doctor BMDERMA, dr. Deasy Lius mengatakan bahwa seringkali masalah jerawat itu kambuh, hilang dan timbul kembali. Untuk itu, pendekatan terapi yang lebih aman dan berkelanjutan sangat dibutuhkan.
Baca juga : BAZNAS-BSI Hadirkan Solusi Praktis Pembayaran Kurban Dan Dam Haji
“Tidak mungkin sebagai dokter kami meresepkan Isotretinoin (Accutane), karena Isotretinoin (Accutane) merupakan obat keras dengan berbagai risiko efek samping, apalagi belum ada izin edarnya,” ujar dr. Deasy.
“Karena itulah, sebagai bentuk komitmen BMDERMA terhadap dunia aesthetic dan dermatology, kami menghadirkan AVICLEAR sebagai solusi terbaik saat ini untuk penanganan jerawat, terutama pada pasien dengan acne sedang sampai berat, pasien dengan kulit sensitif, pasien usia remaja, pasien yang khawatir terhadap efek samping Isotretinoin (Accutane), hingga pasien dalam masa reproduksi aktif,” sambung dr. Deasy.
Dengan hadirnya AVICLEAR, BMDERMA terus mempertegas posisinya sebagai pelopor inovasi aesthetic dan dermatology di Indonesia dengan menghadirkan teknologi laser jerawat generasi terbaru yang lebih terarah dan minim risiko jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya