Dark/Light Mode

BAZNAS-BSI Hadirkan Solusi Praktis Pembayaran Kurban Dan Dam Haji

Selasa, 12 Mei 2026 09:14 WIB
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid meluncurkan fitur pembayaran kurban dan DAM Haji di Jakarta, Senin (11/5/2026). Dok. BAZNAS
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid meluncurkan fitur pembayaran kurban dan DAM Haji di Jakarta, Senin (11/5/2026). Dok. BAZNAS

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk meluncurkan fitur Menu Kurban dan Pembayaran DAM Haji pada aplikasi BYOND by BSI. Kehadiran fitur tersebut untuk mempermudah masyarakat menunaikan ibadah kurban dan pembayaran DAM Haji secara digital.

Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan fitur Menu Kurban dan Pembayaran DAM Haji sebagai bagian dari penguatan ekosistem keuangan syariah digital nasional. Sehingga dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan filantropi Islam yang praktis, aman, dan transparan.

Baca juga : BSI dan Baznas Kolaborasi PermudahPermudah Kurban & Bayar DAM Haji Lewat Byond

Sodik berharap kerja sama ini dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban dan pembayaran DAM Haji. "Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia,” kata Sodik saat peluncuran layanan di Gedung BAZNAS, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Sodik menjelaskan dana DAM Haji dan kurban yang dihimpun akan dikelola untuk mendukung program kesejahteraan umat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan ketahanan sosial berbasis filantropi Islam.

Baca juga : ANGKASA Apresiasi BAZNAS Fasilitasi Penyaluran Kurban Korban Banjir Sumatera

Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Bob T. Ananta mengatakan layanan digital tersebut memungkinkan nasabah melakukan pembayaran DAM Haji dan kurban dengan proses yang lebih cepat dan mudah dipantau.

“Nasabah dapat melakukan pembayaran DAM Haji dan kurban secara cepat, praktis, dan transparan, sekaligus memantau proses pelaksanaannya mulai dari pemilihan hewan hingga distribusi kepada penerima manfaat,” sambung Bob.

Baca juga : Solusi Nusuk Haji Mandiri Dan Bank Haji

Kehadiran fitur tersebut dinilai strategis mengingat kuota haji reguler Indonesia tahun 2026 mencapai 203.320 orang, dengan sekitar 83 persen atau 164.319 jamaah berasal dari ekosistem BSI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.