Dark/Light Mode

Main Drum Bareng Ajak Semua Kalangan Bermusik, Gabungkan Edukasi dan Komunitas

Rabu, 17 Juni 2026 20:45 WIB
Main Drum Bareng Volume 6 di Canopy Area One Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026). (Foto: Merry Apriyani/Rakyat Merdeka/RM.id)
Main Drum Bareng Volume 6 di Canopy Area One Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026). (Foto: Merry Apriyani/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bermain drum biasanya identik dengan studio musik atau panggung konser. Namun, konsep berbeda dihadirkan dalam kegiatan Main Drum Bareng Volume 6 yang sukses digelar di Canopy Area One Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).

Tak sekadar menjadi ajang bermain musik, Main Drum Bareng menjadi salah satu pelopor kelas drum massal dan interaktif di Indonesia. Bahkan, konsep yang menggabungkan edukasi, komunitas, dan pengalaman bermain bersama dalam skala besar ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Founder Main Drum Bareng, Yoiqball mengatakan, kegiatan tersebut terbuka bagi siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang.

“Main Drum Bareng itu tempat semua orang bisa main drum. Dari anak-anak, remaja, orang kantoran, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga teman-teman disabilitas. Semua bisa ikut,” ujar Yoiqball dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Lebih dari sekadar belajar teknik memukul drum, kegiatan ini mengajarkan peserta pentingnya kemampuan mendengarkan saat bermusik.

Baca juga : BI Dan PBOC Perkuat Kerja Sama Keuangan, Dorong Transaksi Mata Uang Lokal

Menurut Yoiqball, seorang drummer tidak hanya harus fokus pada permainannya sendiri, tetapi juga mampu menyatu dengan pemain musik lainnya.

“Kita belajar mendengarkan teman di kanan, kiri, depan, belakang. Nantinya ketika bermain band, kita juga harus bisa mendengar bassis, vokalis, keyboardis, dan gitaris. Itu yang ingin kami tanamkan," ujarnya.

Volume keenam kali ini menghadirkan pengalaman berbeda. Untuk pertama kalinya Main Drum Bareng digelar di area terbuka atau outdoor, setelah banyak peserta mengajukan permintaan tersebut pada penyelenggaraan sebelumnya.

Puluhan peserta tampak antusias memainkan drum yang telah disediakan panitia. Menariknya, mereka juga diajak memanfaatkan berbagai barang bekas sebagai alat perkusi untuk menghasilkan ritme yang unik.

Konsep tersebut selaras dengan tema The Upcycle Groove, yang menekankan kreativitas dalam bermusik tanpa harus bergantung pada peralatan mahal. Seperti edisi-edisi sebelumnya,

Baca juga : Bupati Batang Muhammad Faiz Kurniawan Siap Jalankan Kebijakan Ekstrem

Main Drum Bareng kembali menggandeng musisi ternama. Jika sebelumnya menghadirkan nama-nama seperti Yandi Andaputra, Sandy PAS Band, Galih Justdrum, hingga Yoyo Padi, kali ini mereka berkolaborasi dengan Marissa Sutanto sebagai beat leader. 

Marissa dikenal luas sebagai "drummer panci" berkat konten-konten viralnya di media sosial yang memanfaatkan peralatan rumah tangga sebagai instrumen perkusi.

Kehadirannya dinilai sangat sesuai dengan semangat acara yang ingin menunjukkan bahwa musik bisa lahir dari kreativitas sederhana.

“Contohnya Marissa. Main drum pakai panci saja bisa viral dan sekarang menjadi karier. Jadi, ngedrum tidak harus selalu menggunakan drum lengkap,” kata Yoiqball.

Bagi Marissa, Main Drum Bareng memiliki visi yang sama dengan misi yang selama ini ia bawa, yakni membuat musik lebih dekat dan mudah diakses oleh siapa saja. Ia berharap pengalaman yang dibagikannya dapat menginspirasi peserta untuk berani bereksperimen dan berkreasi.

Baca juga : BBM Non Subsidi Naik, Dirut Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

“Senang bisa sharing soal drum. Mengenalkan drum itu keren. Saya setuju dengan tujuan dan format Main Drum Bareng,” ujar Marissa.

Melihat antusiasme yang terus meningkat, Main Drum Bareng berencana memperluas jangkauan kegiatan ke berbagai kota di Indonesia.

Selain itu, kolaborasi dengan figur-figur inspiratif dari dunia musik juga akan terus dilakukan. Yoiqball bahkan sudah memberi bocoran mengenai penyelenggaraan berikutnya.

“Setelah volume 6, akan ada volume 7 dengan surprise guest. Ke depan kami akan semakin banyak mengajak drummer Indonesia untuk berkolaborasi di Main Drum Bareng,” pungkas Marissa.

Dengan konsep yang inklusif, edukatif, dan penuh kreativitas, Main Drum Bareng membuktikan bahwa musik, khususnya drum, bisa menjadi ruang belajar sekaligus sarana membangun kebersamaan bagi semua kalangan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.