Dark/Light Mode

Sky-Watch Luncurkan RQ-70 Dainn, Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak Jarak Jauh

Jumat, 19 Juni 2026 20:02 WIB
Sky-Watch seri RQ-70 Dainn. (Foto: Dok. Sky Watch)
Sky-Watch seri RQ-70 Dainn. (Foto: Dok. Sky Watch)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sky-Watch, perusahaan pengembang sistem tak berawak canggih yang berbasis di Denmark, memperkenalkan RQ-70 Dainn, sistem pesawat udara tanpa awak jarak jauh terbaru yang dirancang untuk mendukung misi intelijen, pengawasan, pengintaian, serta akuisisi target.

Chief Executive Officer (CEO) Sky-Watch Martin Schousboe mengatakan, RQ-70 Dainn diperkenalkan dalam ajang Eurosatory yang diselenggarakan di Paris, Perancis, pada 15-19 Juni 2026. Rencananya, demonstrasi operasional tersedia mulai dari Juli 2026, dengan pengaturan reservasi melalui event Eurosatory.

“Produksi secara penuh diharapkan akan dimulai pada Januari 2027 dan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya bergantung pada permintaan pasar dan pelaksanaan program,” ujar Martin, dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Ia mengaku, setelah empat tahun pengoperasian secara berkelanjutan di Ukraina melalui platform UAV RQ-35 Heidrun, Sky-Watch kini memperkenalkan RQ-70 Dainn yang dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman medan perang menjadi kemampuan operasional yang efektif sejak hari pertama dan terus berkembang, seiring kebutuhan misi yang dijalankan.

“RQ-70 Dainn tidak dikembangkan berdasarkan asumsi, melainkan berlandaskan platform UAV RQ-35 Heidrun yang telah terbukti di medan perang dan terus disempurnakan melalui umpan balik yang berkelanjutan,” kata Martin.

Ia menuturkan, tantangan saat ini bukanlah sekadar akses terhadap teknologi, melainkan apakah teknologi tersebut dapat berfungsi ketika paling dibutuhkan dan mampu berkembang cukup cepat untuk mengikuti dinamika peperangan modern.

Baca juga : Film Tanah Runtuh Hadirkan Sosok Ringgo, Simbol Ketulusan dan Cinta Tanpa Syarat

Untuk itu, RQ-70 Dainn dikembangkan dari platform RQ-35 Heidrun yang telah digunakan secara berkelanjutan dan terus disempurnakan selama empat tahun pengoperasiannya di Ukraina.

Pengalaman tersebut, kata dia, diwujudkan dalam sebuah sistem yang dirancang untuk memperluas jangkauan, meningkatkan daya tahan dan memberikan fleksibilitas misi yang lebih besar, tanpa mengurangi elemen yang paling penting dalam operasi nyata, yaitu kecepatan, kesederhanaan, dan keandalan.

“Karakteristik utama RQ-70 Dainn meliputi daya tahan operasional hingga delapan jam, kemampuan intelijen, pengawasan dan pengintaian dengan jangkauan operasional hingga 100 kilometer (km) di luar garis depan,”  ujar Martin.

Lalu, kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal, arsitektur muatan modular untuk berbagai kebutuhan misi, serta ketahanan operasional di lingkungan tanpa akses GPS.

Selain itu, sistem ini dapat dioperasikan oleh satu operator dan terhubung dengan lingkungan medan perang digital.

Hasilnya adalah kemampuan intelijen, pengawasan, pengintaian yang andal dan berkelanjutan di lingkungan operasional berisiko tinggi, dengan sistem yang dirancang agar tetap efektif digunakan oleh operator pada lingkungan yang penuh tekanan.

Baca juga : Edi Permadi Luncurkan Buku, Kisah Penjual Kacang Jadi Direktur

Bagi Sky-Watch, sambung dia, pesawat tanpa awak bukanlah tujuan akhir. Terpenting adalah kemampuan operasional yang dihasilkannya. Karena itu, pesawat tanpa awak semata tidak pernah diposisikan sebagai solusi yang menyeluruh.

“RQ-70 Dainn dirancang sebagai sebuah sistem terpadu,  pesawat udara, sensor, perangkat lunak, antarmuka, serta siklus umpan balik bekerja terkonsolidasi dan terus disempurnakan berdasarkan pengalaman operasional di lapangan," ujar Martin.

Martin menambahkan, efektivitas sistem ini terletak pada kemampuannya menjadi bagian dari arsitektur digital yang lebih luas dan saling terhubung, dengan perangkat lunak yang menghubungkan sensor, pengambil keputusan, hingga sistem pelaksana operasi, hampir secara real-time.

“Dalam konteks peperangan modern, yang terpenting bukan lagi sekadar apa yang dapat dilihat oleh pesawat tanpa awak, melainkan seberapa cepat informasi tersebut dapat diteruskan dan seberapa efektif informasi tersebut dianalisis untuk mendukung pengambilan keputusan,” ujar Martin. 

Ia meyakini, kemampuan ini memberikan operator apa yang mereka butuhkan: seperti informasi intelijen yang lebih akurat, pengambilan keputusan yang lebih cepat, serta mengurangi ketidakpastian dalam situasi yang berisiko tinggi.

Tak hanya itu, terpenting bukanlah platform-nya, melainkan kemampuan yang dapat dilakukannya. Yakni, seberapa cepat data dapat diolah menjadi keputusan dan seberapa cepat kemampuan dapat ditingkatkan berdasarkan pengalaman operasional di lapangan.

Baca juga : Skema Murur Disiapkan Demi Keselamatan Jemaah Haji

“Ketika konsekuensi dari kesalahan adalah sangat besar, keputusan yang lebih baiklah yang pada akhirnya membantu memastikan personel dapat kembali dengan selamat,” ujar Martin.

Ia memastikan, pengembangan RQ-70 Dainn dilakukan berdasarkan umpan balik langsung dari operator di garis depan, sehingga menciptakan siklus berkelanjutan antara pengalaman di lapangan dan penyempurnaan sistem.

Menurutnya, pendekatan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam dunia pertahanan, dari siklus pengadaan yang panjang menuju proses pembelajaran dan penyempurnaan yang berkelanjutan.

“Serta, dari platform yang berdiri sendiri menuju kemampuan yang terintegrasi, serta dari hasil yang dijanjikan menjadi bukti nyata yang telah teruji di lapangan,” pungkas Martin. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.