Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PDSKO Beberkan Pilar Pencegahan Kejadian Fatal Saat Aktivitas Fisik
Jumat, 10 Juli 2026 15:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) menyampaikan belasungkawa atas berbagai kejadian meninggal dunia yang terjadi saat menjalani aktivitas fisik di Indonesia.
Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kematian yang berkaitan dengan aktivitas fisik terus berulang. Kejadian tersebut terjadi pada berbagai bentuk aktivitas, mulai dari lari trail, maraton, pendakian gunung, sepak bola, bulu tangkis, renang, hingga kegiatan Pendidikan Dasar Militer yang diikuti oleh masyarakat sipil.
"Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas fisik," kata Ketua Umum PDSKO Assoc. Prof. dr. Muhammad Ikhwan Zein, dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
PDSKO menegaskan, aktivitas fisik dan olahraga tetap merupakan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran, dan mencegah berbagai penyakit.
Namun, bagaimanapun aktivitas fisik harus dilakukan secara aman, terencana, dan sesuai dengan kondisi kesehatan serta kemampuan setiap individu.
Baca juga : KPK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Budaya Antikorupsi di PT Pos Indonesia
Dikatakan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kejadian medis serius saat beraktivitas fisik umumnya dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, antara lain kondisi kesehatan yang belum terdeteksi, beban latihan yang tidak sesuai, kondisi lingkungan yang ekstrem, keterlambatan mengenali tanda bahaya, serta belum optimalnya penanganan kegawatdaruratan.
"Dengan menerapkan prinsip keselamatan olahraga, risiko tersebut dapat dikurangi secara bermakna," katanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, PDSKO merekomendasikan empat pilar utama keselamatan dalam setiap penyelenggaraan aktivitas fisik.
Pertama, skrining kesehatan dan latihan yang sesuai kapasitas individu Setiap peserta perlu menjalani skrining kesehatan dan stratifikasi risiko sebelum mengikuti aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Program latihan harus disusun berdasarkan prinsip ilmiah, dilakukan secara bertahap, dan disesuaikan dengan usia, tingkat kebugaran, riwayat kesehatan, serta kemampuan masing-masing peserta.
Baca juga : Pemerintah Sempurnakan Program Pelatihan SPPI, Keselamatan Peserta Diprioritaskan
Kedua, pengelolaan risiko selama aktivitas fisik Penyelenggara harus memperhatikan faktor lingkungan, seperti suhu, kelembapan, cuaca, kualitas udara, dan karakteristik medan.
Peserta juga perlu diedukasi untuk mengenali tanda bahaya dan menghentikan aktivitas segera apabila muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas berat, penurunan kesadaran, kolaps, atau gejala gangguan akibat panas.
Ketiga, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat Setiap kegiatan wajib memiliki Emergency Action Plan (EAP), tenaga yang terlatih melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD/CPR), akses terhadap Automated External Defibrillator (AED) bila memungkinkan, serta sistem rujukan yang cepat untuk memastikan penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan secara optimal.
Keempat, membangun budaya keselamatan Keselamatan harus menjadi bagian dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi setiap kegiatan fisik.
Seluruh pihak—penyelenggara, pelatih, tenaga kesehatan, pendamping, dan peserta— bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang mengutamakan keselamatan, mendorong pelaporan dini terhadap keluhan, serta memastikan tidak ada peserta yang dipaksa melanjutkan aktivitas ketika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.
Baca juga : BAZNAS dan MUI Beri Penghargaan Kepada Penegak Hukum Sahabat Dhuafa
PDSKO mengajak seluruh kementerian dan lembaga, TNI, Polri, institusi pendidikan, organisasi olahraga, pusat kebugaran, perusahaan, pelatih, instruktur, serta seluruh penyelenggara kegiatan aktivitas fisik untuk bersama-sama menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Melalui penerapan skrining kesehatan, penyusunan program latihan yang sesuai, pengawasan yang memadai, serta kesiapsiagaan dalam penanganan keadaan darurat, manfaat aktivitas fisik dapat diperoleh secara optimal dengan risiko kejadian medis serius yang dapat ditekan semaksimal mungkin.
"PDSKO berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kejadian fatal saat aktivitas fisik. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, PDSKO terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya