Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Dia mencontohkan kejadian pandemi flu 100 tahun lalu. Saat itu, pandemi berhenti karena dua kemungkinan, virus bermutasi menjadi tidak ganas dan terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok secara alami karena tidak ditemukannya vaksin.
"Sebagai ahli virologi saya berdoa virus itu bisa bermutasi menjadi virus yang kurang ganas sehingga virus ini menjadi tidak berbahaya lagi, sama seperti flu biasa," ungkapnya.
Baca juga : AS Sumbangin 55 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Negara Miskin
Hingga saat ini, Mahardika menekankan bahwa vaksin yang saat ini digunakan untuk penanganan Covid-19 tergolong aman dan efektif meski terdapat varian baru.
Maka masyarakat diminta tidak anti vaksin Covid-19. Sebab, vaksin dan penerapan 5M kini menjadi ikhtiar jalan untuk keluar dari pandemi.
Baca juga : Mitigasi Penyebaran Covid-19, KPK Swab Antigen Para Pegawainya
Makna gerakan 5M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap aksi 3M. yaitu: Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya