Dewan Pers

Dark/Light Mode

Empat Wilayah Di Jakarta Terencam Banjir Rob

Rabu, 18 Mei 2022 20:48 WIB
Warga melintasi luapan air laut yang menggenangi pemukiman warga di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (4/12/2021). Air dengan ketinggian 10 - 50 cm yang menggenangi wilayah ini dan sejumlah titik di wilayah pesisir Jakarta Utara hingga siang hari akibat diterjang banjir rob dan diprediksi akan terjadi hingga 9 Desember 2021. (Foto:RM/ Tedy Kroen)
Warga melintasi luapan air laut yang menggenangi pemukiman warga di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (4/12/2021). Air dengan ketinggian 10 - 50 cm yang menggenangi wilayah ini dan sejumlah titik di wilayah pesisir Jakarta Utara hingga siang hari akibat diterjang banjir rob dan diprediksi akan terjadi hingga 9 Desember 2021. (Foto:RM/ Tedy Kroen)

RM.id  Rakyat Merdeka - BPBD DKI Jakarta mencatat, ada empat wilayah terendam banjir pesisir atau rob. Yakni, Pademangan, Penjaringan, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Kepulauan Seribu.

“Kami berkoordinasi dengan SKPD terkait, lurah camat dan pengurus RT/RW untuk memantau ketinggian air rob selama 24 jam. Khususnya di lokasi-lokasi yang berisiko banjir rob ini,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, di Jakarta, Rabu (18/5).

Isnawa mengatakan, banjir pesisir atau rob disebabkan adanya fase bulan purnama yang bersamaan dengan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi). Sehingga terjadi peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih signifikan.

Berita Terkait : Formula E Jakarta, Harumkan Nama Besar Indonesia

Saat ini, berbagai upaya antisipasi dan penanganan rob telah dilakukan. Di antaranya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI sudah melakukan pergantian pompa stasioner di rumah pompa Waduk Muara Angke dan menyiagakan pompa mobile di Posko Satpel SDA Kali Asin Muara Karang.

Selain itu, Dinas SDA DKI Jakarta juga melakukan pemompaan air rob dari kantong-kantong rumah warga di kawasan Ancol menggunakan pompa mobile saat pasang air laut sudah mulai surut. Apabila air masih tinggi dan dianggap membahayakan, warga sekitar akan dipindahkan sementara ke lokasi pengungsian terdekat seperti di Masjid dan Kantor RW 08, Kelurahan Ancol.

“Jadi apabila terjadi air rob di kawasan Ancol maka dilakukan pemompaan terhadap genangan air di RW 07, Kawasan Ancol,” urai Isnawa.

Berita Terkait : Sinergi Erat Pemerintah-BI Ciptakan Stabilitas Perekonomian

Ia juga mengungkapkan, saat ini di wilayah Kamal Muara, Penjaringan, Kementerian PUPR tengah melakukan percepatan pembangunan tanggul NCICD dengan melanjutkan tanggul yang sudah dibangun Dinas SDA DKI Jakarta.

"Pembangunan tanggul permanen di kawasan Pelindo juga akan dilanjutkan pada tahun ini," jelasnya.

Isnawa menambahkan, pihaknya telah menyediakan informasi peringatan dini banjir ROB dan memantau Tinggi Muka Air (TMA) pada pintu-pintu air kepada warga melalui media sosial (Instagram, Twitter, Facebook, dan Telegram) dan pada website bpbd/jakarta.go.id serta WAG yang beranggotakan Camat, Lurah dan OPD teknis lainnya.

Berita Terkait : Airlangga Hartarto Berpeluang Memecah Polarisasi Politik

“Kami harapkan masyarakat bisa memanfaatkan layanan 112, sehingga kami bisa cepat merespon pengaduan," tandasnya. (MRA)