Dark/Light Mode

DPRD Dorong Pemprov Kerek Anggaran Konseling

Kasihan, Banyak Remaja Alami Stres Dan Depresi

Senin, 31 Oktober 2022 07:30 WIB
Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo. (Foto: Instagram @ara.sastroamidjojo).
Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo. (Foto: Instagram @ara.sastroamidjojo).

 Sebelumnya 
“Sebenarnya (40 persen) masih kurang, tidak sesuai dengan standar WHO. Karena skalanya 1 banding 250.000 jiwa,” bebernya.

Karena itu, Kalvin berharap, ada gerakan untuk lahirnya kebijakan terkait isu kesehatan jiwa, dan juga fasilitas konseling. Terlebih, biaya konseling masih mahal. Mulai Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta per jam.

Makanya, harus saling jahit-menjahit dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, punya kebijakan apa. Mudah-mudahan dari DPRD ada produk hukum yang akhirnya ada kebijakan bagus dan bermanfaat untuk masyarakat, terutama di Jakarta.

Baca juga : Kementan Dorong Peningkatan Konsumsi Daging Ayam Dan Telur Nasional

Dalam survei kesehatan mental yang dilakukan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada remaja 10-17 tahun di Indonesia, menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental.

Sementara, satu dari dua puluh remaja Indonesia memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir. Angka ini setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja.

Diseminasi hasil penelitian ini dilakukan Kamis (20/10) di Hotel Grand Melia Jakarta Selatan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa gangguan mental yang paling banyak diderita oleh remaja adalah gangguan cemas (gabungan antara fobia sosial dan gangguan cemas menyeluruh) sebesar 3,7 persen.

Baca juga : KSP Dorong UMKM Serap Anggaran Belanja Pemerintah

Kemudian, gangguan depresi mayor (1,0 persen), gangguan perilaku (0,9 persen), serta gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) masing-masing sebesar 0,5 persen.

Hanya 2,6 persen dari remaja yang memiliki masalah kesehatan mental tersebut, yang menggunakan fasilitas kesehatan mental atau konseling dalam 12 bulan terakhir.

I-NAMHS juga mengumpulkan data mengenai pengaruh kebijakan yang berhubungan dengan pembatasan kontak sosial selama pandemi Covid-19, terhadap kesehatan mental remaja.

Baca juga : Banteng Merasa Seirama Dengan Beringin

Sebanyak 1 dari 20 remaja melaporkan merasa lebih depresi, lebih cemas, lebih merasa kesepian, dan lebih sulit berkonsentrasi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.