Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah suasana panas akibat demonstrasi yang berujung kerusuhan dalam dua hari kemarin, Prabowo Subianto muncul. Mantan Capres 02 ini ikut ngademin suasana. Syukurlah.
Prabowo mengomentari demonstrasi ini saat menjadi pembicara simposium “Strategi Dorongan Besar Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Energi dalam Rangka Menciptakan Pertumbuhan Ekonomi Dua Digit”, di kediamannya, di Hambalang, Bogor, kemarin.
Peserta simposium ini mayoritas civitas akademika Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Awalnya, Prabowo menjabarkan tugas-tugas pemerintah dalam membangun suatu negara. Di antaranya melindungi segenap bangsa, mencerdaskan, memberi keadilan, dan menyejahterakan rakyat.
Nah, jika salah satu tugas itu tidak dijalankan, rakyat akan menuntut penyelesaian. Ketika tidak ada saluran politik dan keadilan untuk menyampaikannya, demonstrasi yang jadi jalan.
“Apakah kita salahkan anak-anak kita turun-turun ke jalan?” tanya dia. Dia pun meminta aparat keamanan lebih tenang menghadapi demonstrasi.
Baca juga : Imbangi Rosenberg, Zagreb Lolos ke Liga Champions
Jangan menggunakan cara-cara represif. Aparat keamanan bisa mencontoh Prancis atau Hong Kong yang juga tengah dilanda demo.
“Coba lihat di Prancis, berapa bulan sudah demo? Mungkin hampir satu tahun. Tapi nggak ada yang mati. Negara totaliter, negara komunis totaliter seperti Hong Kong saja sudah lebih 8 minggu,” ujar Ketum Gerindra itu.
Tak hanya kepada aparat, Prabowo juga meminta semua pihak tenang. Agar bisa bersama-sama mencari solusi. “Ya, kita mohonlah semua pihak dengan arif, tenang, cari solusinya,” imbaunya.
Dia berharap, masalah yang dihadapi Indonesia saat ini bisa diselesaikan dengan damai, berdialog, serta bermusyawarah. Ada aturan hukum yang bisa digunakan.
Prabowo mengingatkan langkahnya menempuh jalur konstitusional pada saat Pilpres 2019 dengan mengajukan gugatan ke MK.
Baca juga : Kasihan, Posisi Prabowo Cuma Jadi Bahan Tebakan
“Kita berharap selalu penyelesaian itu damai. Itu pegangan saya dari dulu." Pernyataan Prabowo ini dianggap beberapa warganet mengademkan.
“Ini statement oke. Nggak nyudutin mahasiswa demo, tapi dianjurkan pakai jalur hukum, jalur konstitusional. Juga minta semua pihak arif dan tenang cari solusi. Adem, pak Prabowo,” puji @ asong66.
Karena itu, saya selalu menempuh jalur konstitusi. Disakiti, tidak masalah kok, baru disakiti,” tutur Prabowo.
“Ini negara kita semua. Jangan kita berlarut dalam permusuhan,” imbaunya.
Prabowo tidak menganjurkan para mahasiswa UKRI untuk turun ke jalan. Apalagi, pakai almamater kampus UKRI.
Baca juga : Di Kongres PDIP, Prabowo Dianggap Pemenang Perang
“Ini tidak saya anjurkan turun ke jalan, ya. Apalagi pakai blazer UKRI. Awas, Rektor, kalau demo, jangan bawa blazer UKRI-lah,” wanti-wantinya. Memang banyak netizen yang tak menangkap maksud Prabowo.
Beberapa menganggapnya mendukung mahasiswa berdemo. Akun @Eko313okE mencoba menjelaskannya. “Maksud @prabowo itu … Berdamailah wahai umat dan rakyat dengan menempuh jalur hukum konstitusi. Kehancuran pun dapat diatasi,” terang dia.
Sementara @kadal15 meminta Prabowo lebih punya andil dalam memenuhi tuntutan demonstran. “Pak Prabowo juga ikut andil dong, kan dia ketum partai. Anak buahnya pegang jabatan wakil ketua pegang palu, jangan teriak-teriak aja,” cuitnya.[OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.