Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya Kumuh, Kini Layak Huni
Rumah Barokah Palmerah Jadi Contoh Hunian Sehat
Sabtu, 6 Juli 2024 06:50 WIB
Sebelumnya
Heru Budi Hartono mengatakan, program ini untuk meningkatkan kualitas hidup melalui penyediaan hunian yang layak dan penataan kepemilikan tanah melalui Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV).
“Hunian ini menjadi KTV pertama di Indonesia yang berhasil diwujudkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” ucapnya.
Heru berharap, di masa depan sinergi dalam penyediaan hunian layak melalui skema KTV menjadi salah satu solusi mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta. Diharapkan juga cakupan program ini dapat diperluas ke daerah-daerah lain di Indonesia.
Menurutnya, para penerima manfaat bisa memperoleh kehidupan yang layak dan dapat menjaga lingkungan. Mereka diharapkan dapat lebih mandiri dalam mengelola, memelihara dan merawat Rumah Barokah Palmerah.
Baca juga : Belanda Vs Turki, The Orange Bertekad Hapus Sejarah Buruk
“Peningkatan kualitas fisik hunian ini berpotensi meningkatkan kondisi taraf ekonomi dan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menyambut baik dan mendukung langkah Pemprov DKI dalam penyediaan hunian layak dan penataan kepemilikan tanah melalui KTV.
Dia bilang, meski tidak berdampak maksimal, program ini bisa menjadi opsi dalam penyelesaian masalah rumah kumuh di Jakarta.
“Menuruti Data Kementerian ATR/BPN, terdapat sekitar 118 dari 264 kelurahan atau hampir separuh wilayah di Jakarta masih tergolong kumuh,” kata Rio kepada Rakyat Merdeka, Kamis (4/7/2024).
Baca juga : Tersingkir, Murray Mewek
Karena itu, mengingat daya tampung KTV yang terbatas, hanya untuk beberapa Kepala Keluarga (KK) saja, program ini tidak dapat menampung kebutuhan rumah tinggal bagi warga yang tergolong kumuh.
“Silakan Pemprov memberikan terobosan untuk mengatasi permukiman kumuh. Tetapi perlu diingat, KTV tidak bisa dijadikan model untuk mengatasi masalah perumahan kumuh,” ujarnya.
Ketua PDI Perjuangan Jakarta Timur ini menyarankan Pemprov harus kembali fokus membangun Rumah Susun (Rusun) yang mampu menampung lebih banyak KK yang tergolong kumuh, sehingga Jakarta bisa lebih tertata.
Diingatkan Rio, pasca pembangunan, Pemprov DKI juga kudu memperhatikan pemeliharaan dan perawatan KTV. “Pemprov jangan lepas tangan begitu saja,” ingatnya.
Baca juga : Duet Anies-Andika, Puan Bilang Menarik
Menurutnya secara berkala, Pemprov harus melakukan inspeksi sekaligus edukasi kepada penghuni agar dapat bergotong royong memelihara huniannya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 6 Juli 2024 dengan judul Sebelumnya Kumuh, Kini Layak Huni, Rumah Barokah Palmerah Jadi Contoh Hunian Sehat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya