Dark/Light Mode

Sebelumnya Kumuh, Kini Layak Huni

Rumah Barokah Palmerah Jadi Contoh Hunian Sehat

Sabtu, 6 Juli 2024 06:50 WIB
Pen­jabat Gubernur DKI Jakarta Pak Heru Budi Hartono (tengah) saat meninjau bedah rumah pada sejumlah bangunan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: IG kotajakartabarat)
Pen­jabat Gubernur DKI Jakarta Pak Heru Budi Hartono (tengah) saat meninjau bedah rumah pada sejumlah bangunan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: IG kotajakartabarat)

 Sebelumnya 
Heru Budi Hartono mengatakan, program ini untuk meningkatkan kualitas hidup me­lalui penyediaan hunian yang layak dan penataan kepemilikan tanah melalui Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV).

“Hunian ini menjadi KTV pertama di Indonesia yang berhasil diwujudkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Heru berharap, di masa depan sinergi dalam penyediaan hu­nian layak melalui skema KTV menjadi salah satu solusi mengatasi keterbatasan lahan di Ja­karta. Diharapkan juga cakupan program ini dapat diperluas ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, para penerima manfaat bisa memperoleh kehidupan yang layak dan dapat menjaga lingkungan. Mereka diharapkan dapat lebih mandiri dalam mengelola, memelihara dan merawat Rumah Barokah Palmerah.

Baca juga : Belanda Vs Turki, The Orange Bertekad Hapus Sejarah Buruk

“Peningkatan kualitas fisik hunian ini berpotensi mening­katkan kondisi taraf ekonomi dan masyarakat, sekaligus men­dukung pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menyambut baik dan mendukung langkah Pemprov DKI dalam penyediaan hunian layak dan penataan kepemilikan tanah melalui KTV.

Dia bilang, meski tidak ber­dampak maksimal, program ini bisa menjadi opsi dalam penyelesaian masalah rumah kumuh di Jakarta.

“Menuruti Data Kementerian ATR/BPN, terdapat sekitar 118 dari 264 kelurahan atau hampir separuh wilayah di Jakarta ma­sih tergolong kumuh,” kata Rio kepada Rakyat Merdeka, Kamis (4/7/2024).

Baca juga : Tersingkir, Murray Mewek

Karena itu, mengingat daya tampung KTV yang terbatas, hanya untuk beberapa Kepala Keluarga (KK) saja, program ini tidak dapat menampung kebu­tuhan rumah tinggal bagi warga yang tergolong kumuh.

“Silakan Pemprov memberi­kan terobosan untuk mengatasi permukiman kumuh. Tetapi perlu diingat, KTV tidak bisa dijadikan model untuk mengatasi masalah perumahan ku­muh,” ujarnya.

Ketua PDI Perjuangan Ja­karta Timur ini menyarankan Pemprov harus kembali fokus membangun Rumah Susun (Ru­sun) yang mampu menampung lebih banyak KK yang tergolong kumuh, sehingga Jakarta bisa lebih tertata.

Diingatkan Rio, pasca pem­bangunan, Pemprov DKI juga kudu memperhatikan peme­liharaan dan perawatan KTV. “Pemprov jangan lepas tangan begitu saja,” ingatnya.

Baca juga : Duet Anies-Andika, Puan Bilang Menarik

Menurutnya secara berkala, Pemprov harus melakukan inspeksi sekaligus edukasi kepada peng­huni agar dapat bergotong royong memelihara huniannya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 6 Juli 2024 dengan judul Sebelumnya Kumuh, Kini Layak Huni, Rumah Barokah Palmerah Jadi Contoh Hunian Sehat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.