Dark/Light Mode

Dalam 6 Bulan Tembus 323 Kasus Di Jakarta

Tolong, Kekerasan Ke Anak Dan Perempuan Masih Marak

Kamis, 18 Juli 2024 06:50 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Sholikhah. (Foto: DPRD DKI Jakarta)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Sholikhah. (Foto: DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
“Masyarakat kita relatif belum terbangun kesetaraan gender, se­hingga perempuan lebih banyak menjadi sasaran kekerasan,” kata Jhonny, Selasa (16/7/2024).

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengimbau Dinas PPAPP mensosialisasikan peningkatan kualitas keharmonisan keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender dan hak anak. Tujuan­nya untuk memberikan layanan informasi, edukasi dan konseling bagi keluarga dalam rangka menciptakan keluarga yang harmonis, sehat dan sejahtera.

“Sehingga masyarakat semangat membangun pencegahan terjadinya kekerasan terhadap perempuan, ada semacam edu­kasi dari Pemprov DKI Jakarta,” imbau Jhonny.

Selain itu, penyebarluasan data dan informasi tentang ke­kerasan yang terjadi di Jakarta juga perlu ditingkatkan untuk membangun kepedulian masyarakat.

Baca juga : Dengar Info Bakal Dicerai Jelang Konser

“Data-data ini harus di-pub­lish supaya masyarakat lebih hati-hati. Semua dijelaskan, modusnya seperti apa, siapa yang banyak melakukan, apakah keluarga atau di luar keluarga,” ungkap Jhonny.

Bahkan, penting juga mena­namkan pola pikir kepada anak-anak, khususnya korban kekerasan agar tidak takut melaporkan peristiwa yang dialami. Apalagi pelaku adalah orang terdekat.

“Banyak masyarakat yang menganggap ini aib harus ditu­tupi. Padahal ini harus terbuka, mendidik masyarakat terbuka,” tutur Jhonny.

Dinas PPAPP DKI Jakarta mengungkapkan, pada semester pertama 2024 ada 476 kasus kekerasan terhadap anak. Data ini hanya yang dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas PPAPP DKI Jakarta saja. Dari 476 kasus tersebut, 68 persen atau 323 kasus terjadi pada anak perempuan. Sisanya, 32 persen atau 153 pada anak laki-laki.

Baca juga : Jokowi-Prabowo Berkali-kali Ketemu

Kepala Subkelompok Pemenuhan Hak Anak Dinas PPAPP DKI Jakarta Yunita Siska Diniati merinci, berdasarkan wilayah, kasus kekerasan ter­hadap anak terbanyak terjadi di Jakarta Timur, yakni 28 persen atau 131 kasus, diikuti Jakarta Barat sebanyak 24 persen atau 116 kasus.

Yunita bilang, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edu­kasi untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara masif. Baik melalui kegiatan tatap muka maupun online.

Dia juga mengimbau warga ti­dak segan melaporkan kekerasan yang menimpa dirinya atau orang lain. Warga dapat men­datangi Unit PPA, maupun Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA). Pos SAPA ini tersebar di 324 Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA). Rinci­annya, di Jakarta Utara ada 77, Jakarta Pusat 50, Jakarta Timur 68, Jakarta Selatan 62, Jakarta Barat 58 dan Kepulauan Seribu ada 9 RPTRA.

Dia menyebut, seluruh pengelola RPTRA sudah dibekali pengetahuan terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain di RPTRA, Pos SAPA juga hadir di sarana transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan Terminal Terpadu Pulo Gebang.

Baca juga : Ketum PBNU Ngaku Pernah Ke Israel

“Kami bekerja sama dengan 12 perguruan tinggi sebagai rujukan awal kekerasan terkait gender,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 18 Juli 2024 dengan judul Dalam 6 Bulan Tembus 323 Kasus Di Jakarta, Tolong, Kekerasan Ke Anak Dan Perempuan Masih Marak

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.