Dark/Light Mode

Uji Coba Makan Siang Bergizi Gratis Bikin Heru Terharu

Siswa Usul Menu Telur Dadar Atau Telur Ceplok

Kamis, 22 Agustus 2024 06:50 WIB
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis di SDN 07 Cideng, Jakarta, Senin (19/8/2024). (Foto: Antara Foto/Muhammad Ramdan/TOM)
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis di SDN 07 Cideng, Jakarta, Senin (19/8/2024). (Foto: Antara Foto/Muhammad Ramdan/TOM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar uji coba program Makan Bergizi Gratis untuk siswa di kompleks Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus). Kegiatan berjalan lancar dan penuh suka cita.

Pemprov DKI Jakarta mendukung program Makan Bergizi Gratis, yang diinisiasi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran. Karena itu, Pemprov DKI menggelar uji coba makan bergizi gratis perdana di kompleks SDN Cideng 07, Gam­bir, Jakpus, Senin (19/8/2024).

Makan bergizi diberikan kepada 498 siswa. Rinciannya, 288 siswa SDN 07 Cideng, 178 siswa SDN Duri Pulo 04, 12 siswa Sanggar Kegiatan Belajar Negeri 23, dan 20 siswa Kelompok Belajar Negeri 23.

Uji coba ini disaksikan lang­sung Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Heru memastikan pemberian makan bergizi gratis disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Baca juga : Setelah Dipecat Dari Chelsea, Pochettino Siap Menuju Paman Sam

“Saya ingin lihat mekanisme proses pengantarannya, bagaimana proses adik-adik makan, dan memastikan lauk pauknya bergizi. Tadi ada permintaan dari anak-anak agar lauknya terdapat telur dadar atau telur ceplok,” ungkap Heru dalam keterangan­nya, Selasa (21/8/2024).

Heru menekankan, realisasi program Makan Bergizi Gratis, tidak hanya memberikan makan­an, tetapi harus memperhatikan kualitas dan keberagaman menu.

“Hari ini, kotak makannya pakai kardus yang ramah lingkungan. Harga menunya saja Rp 15.000, mungkin ada tamba­han lain untuk biaya masak, pengantaran, biaya boks, lebih kurangnya mungkin Rp 20.000. Yang penting nanti menunya cukup baik,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, Heru mengaku terharu. Sebab, ada beberapa siswa yang tidak mau makan makanan bergizi yang telah diberikan. Mereka bilang, makanan itu akan dibawa pulang untuk orangtua di rumah. Mendengar itu, Heru kaget dan langsung mengambil boks makanan lagi dan diberikan kepada siswa tersebut.

Baca juga : Ester Sikat Gajah Perang

“Tadi saya tanya kenapa kamu tidak mau makan? Saya mau bawa makanannya untuk nenek. Karena nenek lagi sakit,” kisah Heru.

Heru mendukung program ini karena berharap para siswa akan memiliki asupan nutrisi yang memadai, sehingga membantu tumbuh kembang mereka seb­agai generasi penerus bangsa. Tidak hanya itu, makanan yang sehat berkontribusi dalam kon­sentrasi dan fokus belajar serta membantu mengurangi beban orangtua dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang berkualitas.

“Dengan memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, kita berinvestasi pada masa depan bangsa indonesia. Sukses Jakarta untuk Indone­sia,” tegas Heru.

Heru melanjutkan, uji coba program tersebut dilaksanakan dengan menggunakan uang operasional gubernur. Selanjutnya, program ini akan diteruskan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Baca juga : Rusia Ingin Hubungannya Dengan RI Makin Lengket

Seperti Perumda Dharma Jaya, PAM Jaya, Bank DKI, dan PT Pembangunan Jaya Ancol. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidi­kan (Disdik) DKI Jakarta akan menentukan sekolah yang men­jadi lokasi pelaksanaan uji coba.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.