Dark/Light Mode

Perusahaan Utamakan Rekrut Warga Lokal

Kurangi Pengangguran, DKI Bisa Tiru Karawang

Kamis, 12 September 2024 06:50 WIB
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertrans) Jakarta Timur menggelar pelatihan Jakpreneur bidang aneka kuliner di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dursa Bersatu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2024). (Foto: Istimewa)
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertrans) Jakarta Timur menggelar pelatihan Jakpreneur bidang aneka kuliner di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dursa Bersatu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2024). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pemberdayaan Masyarakat

Untuk menekan angka pengangguran, Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan ratusan miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) 2024 guna menciptakan tenaga kerja Jakarta yang berkualitas.

Dilansir dari jakarta.go.id, anggaran untuk mengatasi pengangguran, yakni Rp 10,464 miliar untuk Pembentukan Tenaga Kerja Mandiri dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk menjadi wirausahawan dengan tujuan untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Jakarta.

Lalu, Rp 1,96 miliar untuk Pela­tihan Satuan Pengamanan dalam rangka menghasilkan satuan pengamanan yang terampil. Khusus­nya dalam memenuhi kebutuhan pengamanan di titik bisnis dan wilayah strategis di Jakarta.

Baca juga : Badminton Hong Kong Open 2024, Ginting ‘Balas Dendam’ Popov

Kemudian, Rp 871 Juta untuk Pelatihan Peningkatan Produk­tivitas bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan meningkatnya produkti­vitas UMKM, diharapkan akan meningkatkan perekonomian serta kreativitas masyarakat yang produktif.

Selain itu, Rp 5,95 miliar untuk Pelatihan SIM A un­tuk meningkatkan kemampuan mengemudi masyarakat dalam menunjang pekerjaan. Terakhir, Rp 3,95 miliar untuk Pameran Bursa Kerja (Job Fair) sebagai wadah untuk para pencari kerja untuk bertemu dengan para pem­beri kerja. Serta Rp 70,06 miliar untuk Pelatihan Keterampilan Kerja Kejuruan dan Mobile Training Unit (MTU) guna menciptakan tenaga kerja yang berkompeten di bidangnya.

Untuk menciptakan tenaga kerja yang berorientasi dan berstandar global, Dinas Naker­transgi DKI Jakarta menggelar sejumlah program pelatihan.Mulai dari Pelatihan Berbasis Kompetensi, Kerja Sama dengan Dunia Usaha dan Industri, Peningkatan Keterampilan Bahasa, Pengembangan Infrastruktur Pusat Pelatihan Kerja, hingga Sertifikasi dan Akreditasi Pusat Pelatihan Kerja.

Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta Hari Nugroho berharap, pelatihan yang diberikan ber­dampak positif bagi tenaga kerja. Termasuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja, sehingga mereka lebih siap untuk memasuki pasar kerja.

Baca juga : Luna Bijl, Pacar Maarten Paes

“Dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan in­dustri, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Hari dalam keterangannya.

Pelatihan yang diberikan men­dorong tenaga kerja lebih kom­petitif. Tidak hanya di pasar kerja lokal, tetapi juga internasional.

“Ini membuka peluang un­tuk bekerja di perusahaan multinasional atau di luar negeri, yang pada gilirannya mengu­rangi tekanan pada pasar kerja lokal,” ujarnya.

Pelatihan yang digelar juga disesuaikan dengan masing-masing kota administrasi di DKI Jakarta. Sebagai contoh, Kota Administrasi Jakarta Pusat merupakan pusat bisnis dan keuangan, maka pelatihan yang diberikan berfokus pada bidang akuntansi, desain, digital mar­keting, serta bahasa asing.

Baca juga : Hukuman Diperberat, SYL Tak Dikasih Ampun

Hari menjelaskan, pihaknya juga menggelar bursa kerja un­tuk memfasilitasi penempatan tenaga kerja dengan meng­hubungkan pencari kerja serta perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Selain itu, pihaknya menjalin kemitraan dengan perusahaan swasta. Pemprov DKI Jakarta pun mendorong pengembangan kewirausahaan melalui program pelatihan dan pendampingan, untuk menciptakan wirausaha baru yang dapat menciptakan lapangan kerja. Program ini memberikan bantuan modal, pelatihan manajemen, hingga akses pasar bagi usaha kecil serta menengah.

Upaya ini, lanjut Hari, berhasil menaikkan jumlah angkatan kerja di Jakarta, yakni sebanyak 5,43 juta orang pada Februari 2024. Angka ini naik sebesar 179 ribu orang dibandingkan pada Februari 2023. “Tingkat Parti­sipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan sebesar 2,1 persen dalam periode yang sama, berdasarkan data BPS Jakarta,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 12 September 2024 dengan judul Perusahaan Utamakan Rekrut Warga Lokal, Kurangi Pengangguran, DKI Bisa Tiru Karawang

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.