Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Target DKI Kelola Perairan
Warga Pesisir Sejahtera Ekosistem Laut Terjaga
Sabtu, 19 Oktober 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengembangkan Grand Design Pengelolaan Ruang Laut Terpadu. Program ini menargetkan ekosistem laut terjaga dan warga pesisir sejahtera.
Grand Design Pengelolaan Ruang Laut Terpadu merupakan strategis menuju keberlanjutan dan kesejahteraan ekonomi.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, proyek ini muncul sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi wilayah perairan Jakarta. Seperti konflik pemanfaatan ruang, degradasi lingkungan dan kurangnya kebijakan yang terintegrasi.
Eli, sapaan Suharini Eliawati menyebut, Grand Design Pengelolaan Ruang Laut Terpadu menawarkan solusi melalui pengelolaan ruang laut yang lebih baik dengan pendekatan zonasi, memastikan keseimbangan antara aktivitas ekonomi, sosial dan lingkungan.
Baca juga : Lamine Yamal Ditawar PSG RP 4,2 Triliun, Barca Tolak Mentah-mentah
Eli menegaskan, ekonomi biru menjadi prinsip dasar dalam pengembangan desain ini.
“Melalui pengelolaan ruang laut yang terpadu, kami ingin menciptakan manfaat ekonomi yang merata untuk masyarakat pesisir tanpa merusak sumber daya alam,” kata Eli, Selasa (15/10/2024).
Grand design ini akan mengatur pemanfaatan wilayah laut dengan penataan ruang yang jelas untuk berbagai kegiatan seperti perikanan, konservasi, pariwisata, dan energi terbarukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tumpang tindih kepentingan di ruang laut dan memaksimalkan potensi ekonomi yang ramah lingkungan.
Salah satu inovasi dalam grand design ini adalah penggunaan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk memantau kondisi ekosistem laut dan memastikan bahwa ruang laut dimanfaatkan sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan.
Baca juga : Gelar Acara Perpisahan, Kiai Ma’ruf Banyak Tertawa
Teknologi ini akan memungkinkan Dinas KPKP DKI Jakarta untuk memantau kesehatan lingkungan laut sehingga dapat mengambil tindakan cepat dan tepat jika ditemukan masalah.
“Teknologi GIS akan membantu kami dalam menyusun peta zonasi ruang laut yang lebih akurat dan mendukung pengelolaan yang lebih efisien. Dengan demikian, aktivitas ekonomi, seperti pariwisata laut atau perikanan, bisa berjalan berdampingan dengan upaya konservasi,” jelas Eli.
Dinas KPKP DKI Jakarta menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kontribusi yang lebih besar dari sektor ekonomi biru terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta.
Eli menyebut, dalam jangka panjang program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir hingga 20 pesisir dan memperluas lapangan kerja di sektor kelautan. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan perbaikan ekosistem laut. Sehingga Jakarta bisa menjadi contoh kota pesisir yang sukses dalam menerapkan prinsip ekonomi biru.
Baca juga : Hashim: Konsesi Kehutanan Berperan Nyata dalam Mitigasi Perubahan Iklim
“Melalui pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan, kami ingin Jakarta menjadi kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi. Tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Untuk memastikan keberhasilan proyek ini, DKPKP DKI Jakarta akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat, akademisi, sektor swasta dan masyarakat pesisir. Kolaborasi multisektor ini diharapkan dapat mempercepat implementasi grand design dan memaksimalkan dampak positifnya bagi semua pihak yang terlibat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya