Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wacana Kenaikan Tarif PAM Jaya Diprotes Warga
Pasokan Sering Mati, Airnya Bau Dan Kotor
Senin, 18 November 2024 06:50 WIB
Sebelumnya
Arief mengungkapkan, masih ada masyarakat yang menggunakan air PAM tak sesuai golongan dan digunakan untuk kepentingan usaha atau kebutuhan komersial, seperti cucian motor, tempat pengisian air isi ulang dan WC umum.
“Tarifnya belum berubah. Akibatnya NRW (Non Revenue Water) atau kebocoran-nya tinggi,” jelasnya.
Padahal jika air PAM digunakan untuk kebutuhan komersial, lanjut Arief, maka tarifnya disesuaikan.
“Harus fair juga. Kalau itu air PAM-nya sudah dipakai untuk kebutuhan komersial, ya tarifnya jangan tarif yang rendah,” ujarnya.
Baca juga : Kroasia Vs Portugal, Aksi Panggung Lapis Kedua
Dia mengakui, aktivitas masyarakat itu dilakukan untuk menaikkan perekonomian. Namun, Arief berharap usaha tersebut tidak merugikan pelanggan lain, karena air bersih dibutuhkan banyak orang.
Perlu Dikaji Ulang
Sejumlah anggota Komisi B DPRD Jakarta meminta rencana kenaikan tarif air dikaji kembali, terutama bagi masyarakat menengah bawah.
Ketua Komisi B DPRD Jakarta Nova Harivan Paloh menyatakan, penerapan kenaikan tarif air perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat saat ini.
Baca juga : Di KTT APEC, Prabowo Jadi Bintangnya
“Saya harus melihat kondisi masyarakat. Kalau dinaikkan, kita lihat inflasinya seperti apa. Itu harus dikaji lagi,” kata Nova.
Kendati begitu, Nova mendukung PAM Jaya mengambil tindakan menertibkan penggunaan air PAM yang tidak sesuai jenis pelanggan.
“Kan nggak fair. Misalnya ada kegiatan yang tarifnya disesuaikan tarif bawah, tetapi pemakaiannya untuk usaha, disalahgunakan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, penyalahgunaan air PAM yang tidak sesuai kategori pelanggan juga berdampak pada masalah kebocoran. Karena itu, dia mendorong PAM Jaya melakukan kajian kembali untuk menindak penyalahgunaan tersebut.
Baca juga : Di Pilkada Jateng, Jokowi Keliling Kampanye
“Masalah kebocoran di tengah lapangan itu menyebabkan suplai air ke masyarakat berkurang,” tuturnya.
Anggota Komisi B DPRD Jakarta Nur Afni Sajim menyarankan PAM Jaya mencari strategi lain untuk masyarakat golongan bawah.
“Untuk beberapa perumahan yang memang menengah ke atas, saya setuju. Tapi untuk menengah ke bawah perlu kualifikasi dan strategi lain,” ujarnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 18 November 2024 dengan judul Wacana Kenaikan Tarif PAM Jaya Diprotes Warga, Pasokan Sering Mati, Airnya Bau Dan Kotor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya