Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bantu Warga Korban Banjir Rob
DKI Salurkan Makanan Dan Operasikan Perahu
Jumat, 20 Desember 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan makanan siap saji tiga kali sehari dan mengoperasikan perahu karet, untuk membantu korban banjir rob di pesisir utara. Bantuan itu dipastikan akan terus dilakukan sampai banjir surut.
Hingga kini belum ada tanda-tanda banjir rob di pesisir Jakarta akan surut karena fenomena pasang air laut belum berakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI Jakarta memastikan sudah memiliki rencana aksi evakuasi, jika genangan rob di kawasan Muara Angke, Kelurahan Pluit, mengalami peningkatan dan membahayakan warga. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memperkirakan banjir rob akan berlanjut hingga Jumat (20/12/2024).
Kepala Satuan Tugas Jakarta Utara (Jakut) BPBD DKI Jakarta Aries Trisna Putra menjelaskan, dampak fenomena Supermoon yang menjadi pemicu rob di kawasan permukiman warga Muara Angke, terjadi sejak Jumat (13/12/2024).
Baca juga : Hellas Verona Vs AC Milan, Ambisi Rossonerri Duduk Di Tiga Besar
Ketinggian air setiap wilayah bervariasi, dengan titik terdalam bisa mencapai 100 centimeter (cm). Dan, hingga kini, genangan rob tidak sampai memicu pengungsian.
“Biasanya air setiap pagi masuk (ke pemukiman). Tetapi siangnya, sebagian lokasi sudah surut. Kecuali di titik terdalam bisa sampai sore atau jelang malam,” katanya, Rabu (18/12/2024).
Aries menyebutkan, genangan akibat banjir rob banyak terjadi di wilayah Rukun Warga (RW) 22 di Kelurahan Pluit. Banjir antara lain terjadi di Rukun Tetangga ( RT) 01, 02, 05 dan 10. Menurutnya, ketinggian air di kawasan RT 10 lebih tinggi dan lambat surut lantaran geografisnya terletak pada area cekungan.
Menurut Aries, jajarannya siaga selama 24 jam memantau perkembangan lapangan. Sejak Jumat (13/12/2024), pihaknya telah menyiagakan empat personel dan dua unit perahu evakuasi di lokasi. Perahu tersebut telah beroperasi dan dimanfaatkan untuk mendistribusikan logistik dan mengevakuasi warga yang ingin beraktivitas dari dan keluar rumah.
Baca juga : Checo Akhirnya Ditendang
Untuk menimalisir genangan, Aries menjelaskan, jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Kelurahan Pluit, telah mengoperasikan tiga unit pompa mobile untuk mempercepat mengalirkan air ke laut kembali.
Selain itu, lanjut Aries, untuk membantu warga, Suku Dinas Sosial telah mendistribusikan bantuan makanan siap saji sebanyak tiga kali sehari bagi warga terdampak.
Aries mengaku, pihaknya telah berkordinasi dengan jajaran Satpol PP, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, TNI dan Kepolisian, untuk menyiapkan upaya evakuasi bila dibutuhkan. Sehingga, bila kondisi genangan meningkat dan membahayakan, Pemerintah sudah siap mengevakuasi warga ke tempat aman.
“Sejauh ini situasinya belum mengakibatkan warga mengungsi,” katanya.
Baca juga : Eks Direktur Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp 38,2 Miliar
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menjelaskan, banjir rob terjadi akibat beberapa faktor. Antara lain, penurunan tanah dan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi bersamaan dengan fenomena pasang laut selama bulan purnama. Menurutnya, wilayah yang terkena rob kebanyakan adalah daerah yang tanggul penahan airnya belum terbangun secara maksimal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya