Dark/Light Mode

Bantu Warga Korban Banjir Rob

DKI Salurkan Makanan Dan Operasikan Perahu

Jumat, 20 Desember 2024 06:50 WIB
Warga melakukan aktivitas saat banjir melanda Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/12/24). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)
Warga melakukan aktivitas saat banjir melanda Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/12/24). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
Teguh menegaskan, Pem­prov DKI telah menyiapkan posko bantuan sosial dan posko pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang terdampak.

“Air rob kadang-kadang di­manfaatkan oleh anak-anak untuk bermain, yang berisiko menyebabkan penyakit kulit dan sebagainya,” ujar Teguh di Buaran Citra, Jakarta Timur, Rabu (18/12/2024).

Teguh menambahkan, Pem­prov DKI terus memantau situasi dan berencana untuk terus mem­perbaiki infrastruktur. Terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terlindungi tang­gul penahan air. Hal ini untuk mengantisipasi banjir rob yang mungkin terjadi lagi pada periode pasang air laut berikutnya.

Baca juga : Hellas Verona Vs AC Milan, Ambisi Rossonerri Duduk Di Tiga Besar

Dalam jangka panjang, Pem­prov DKI Jakarta akan terus berupaya membenahi infrastruk­tur di kawasan yang terdampak banjir rob. Perbaikan tanggul dan fasilitas lainnya menjadi fokus utama agar kejadian serupa bisa diminimalisir di masa depan.

Teguh mengimbau warga Jakar­ta untuk tetap waspada, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap rob. Pemprov DKI juga akan terus memberikan bantuan dan dukungan untuk masyarakat yang terdampak, termasuk ban­tuan logistik dan kesehatan.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Tri Waluyo berharap, Pemprov DKI ber­sama Pemerintah Pusat mem­percepat pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di pesisir utara Jakarta.

Baca juga : Checo Akhirnya Ditendang

Penyelesaiaan proyek tersebut bakal berdampak signifikan bagi masyarakat yang tinggal di pe­sisir utara Jakarta. Tidak seperti kondisi saat ini, kerap terdampak banjir Rob yang disebabkan kenaikan permukaan air laut yang lebih tinggi dari daratan di pesisir pantai.

“Solusinya tanggul laut. Karena setiap tahunnya per­mukaan air laut semakin tinggi, sementara tanah daratan pesisir Jakarta semakin turun,” ujar Tri di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Menurut politisi yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Jakut itu, relokasi warga yang terdampak banjir rob bukanlah solusi.

Baca juga : Eks Direktur Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp 38,2 Miliar

“Relokasi itu bukan solusi. Rob terjadi hampir setiap ta­hun dan puncaknya lima tahun sekali. Jadi solusinya percepatan pembangunan tanggul laut,” ungkap Tri.

Ia juga meminta SDA mem­buat program untuk menan­gani banjir Rob sebelum Giant Sea Wall rampung. Salah sa­tunya, yakni memaksimalkan pembuangan dan penyedotan genangan air secara masif.

Jika dibiarkan berlarut, Tri kha­watir, banjir rob mengganggu aktivitas perekonomian, serta berdampak pada kesehatan warga. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.