Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta batal menutup Transjakarta Koridor 1 Rute Blok M-Kota yang tumpang tindih dengan MRT Jakarta Fase 2A.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyebut, setiap kebijakan terkait transportasi publik di Jakarta selalu didasarkan pada kajian yang komprehensif.
Ia merujuk pada berbagai kajian sebelumnya, seperti kajian SITRAMP 2 (2004), kajian CTSUI yang dituangkan dalam Pergub Nomor 103 Tahun 2007 tentang Pola Transportasi Makro, serta studi JUTPI 1 dan 2 yang mendalam, termasuk pembangunan koridor Lebak Bulus-Kota melalui proyek MRT.
Baca juga : Penumpang Bakal Migrasi Ke MRT, Beban Tarif Naik
Selain itu, ia menjelaskan bahwa evaluasi layanan angkutan umum di Jakarta akan terus dilakukan dalam kajian lanjutan pada tahun 2024 hingga 2025. Kajian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang lebih tajam dalam mengatur transportasi publik di ibu kota, termasuk integrasi antara berbagai moda transportasi.
Terkait dengan isu penutupan Koridor 1 Transjakarta, Ia mengungkapkan bahwa pembangunan MRT yang tengah berlangsung, baik fase 2A yang dijadwalkan beroperasi pada Desember 2027 hingga fase ke-2 yang menuju Kota Jakarta pada 2029, akan terus berjalan tanpa mempengaruhi layanan Transjakarta di koridor 1.
"Kami sampaikan bahwa tidak ada penutupan Koridor 1," ujar Syafrin saat ditemui di Halte CSW, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2025).
Baca juga : Abdul Aziz: Tidak Ada Alasan Yang Mendesak
Lebih lanjut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga sedang mengerjakan pembangunan MRT Timur-Barat dan LRT Jakarta yang akan terintegrasi dengan seluruh angkutan umum massal di Jakarta.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan sistem transportasi publik kota, yang mengarah pada konsep Transit Oriented Development (TOD).
Syafrin juga menekankan pentingnya peralihan dari Car Oriented Development ke Transit Oriented Development untuk mendorong masyarakat lebih memilih angkutan umum massal. Hal ini sejalan dengan tujuan Pemprov DKI Jakarta menjadikan angkutan umum massal berbasis rel sebagai tulang punggung layanan transportasi publik.
Baca juga : Penghapusan Transjakarta Blok M-Kota Bikin Susah Warga Berpengasilan Cekak
"Jakarta merubah posisi dan menjadikan angkutan umum massal berbasis rel menjadi backbone untuk seluruh layanan angkutan umum massal di Jakarta," kata Syafrin.
Dengan pembangunan berbagai moda transportasi yang terintegrasi, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mudah diakses oleh warga Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya