Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agar Penjualan Naik Dan Mampu Bersaing
UMKM Butuh Pelatihan Skill Pemasaran Digital
Kamis, 16 Januari 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Ketua Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) ini menyampaikan, metode pembayaran yang fleksibel juga memainkan peran penting dalam mempermudah transaksi. Sekaligus menjadi salah satu strategi menarik minat mereka untuk berbelanja secara online.
“Misalnya, penggunaan QRIS, OVO, Gopay, DANA, dan aplikasi pembayaran lainnya telah memberikan kemudahan bagi pelanggan,” pungkasnya.
Selama 2024, Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta telah melaksanakan pendampingan kewirausahaan kepada 1.452 UMKM binaan. Pendampingan meliputi pelatihan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan, hingga fasilitasi permodalan.
Kepala Dinsos DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) atau Jakarta Enterpreneur (Jakpreneur). Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan rentan miskin di Jakarta.
Baca juga : Setan Merah Incar Kursi Empat Besar
“Pendampingan ini bertujuan mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat melalui pelatihan teknis dan non-teknis, serta pemberian bantuan peralatan usaha,” kata Premi.
Dia mengungkapkan, Dinsos menggandeng berbagai pihak mendukung pelaksanaan pembinaan UMKM. Seperti Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD), Universitas Negeri Jakarta, PT Jaya Fermex, Otoritas Jasa Keuangan, Bank DKI dan Netsme.
Premi menjelaskan, kolaborasi ini memungkinkan binaan untuk mendapatkan pelatihan teknis seperti tata boga dan menjahit, serta pelatihan non-teknis seperti digital marketing, penyusunan laporan keuangan, desain kemasan dan foto produk.
Ditegaskan Premi, tak hanya menyasar masyarakat biasa, Jakpreneur Dinsos DKI juga membidik penyandang disabilitas untuk dilatih menjadi wirausaha mandiri dan mapan.
Baca juga : Sabalenka Hentikan Maniero
“Mulai dari penerbitan perizinan usaha seperti Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal. Selain itu, sistem e-order yang dikembangkan telah membantu memperluas pasar produk UMKM,” paparnya.
Premi menyampaikan, hingga akhir 2024, terdapat 71 UMKM binaan Jakpreneur Dinsos DKI Jakarta yang terdaftar secara aktif sebagai penyedia barang di sistem e-order tersebut.
Dia menyebut, Dinsos juga rutin mengadakan kurasi terhadap produk binaan dengan melibatkan kurator profesional di lima wilayah kota administrasi maupun kurasi yang diselenggarakan oleh Dinas PPKUKM di Jakarta Creative Hub untuk mendapatkan wawasan lebih luas terkait pengembangan kualitas produk.
Selain itu, binaan secara aktif berpartisipasi dalam berbagai bazar dan kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha besar dengan pelaku usaha kecil dan menengah. “Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan omzet UMKM binaan,” ucapnya.
Baca juga : Denada, Wajah Ari Wibowo Tak Membosankan
Premi menambahkan, target utama Jakpreneur pada 2025 adalah peningkatan kualitas pembinaan. Dia berharap, melalui berbagai langkah strategis ini, Dinsos DKI Jakarta berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, dengan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan.
“Kami berharap program ini memberikan dampak nyata pada pengembangan usaha binaan. Sehingga lebih banyak UMKM yang dapat naik kelas dan meningkat kesejahteraannya,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya