Dark/Light Mode

Banyak Pemukiman Rentan Kebakaran

Jakarta Darurat Pos Dan Petugas Damkar

Sabtu, 25 Januari 2025 06:50 WIB
Warga mengais sisa-sisa material rumah yang ludes akibat kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025). Akibat musibah kebakaran di pemukiman itu, sebanyak 543 rumah hangus terbakar. (Foto: Andri Wwidiyanto/BeritaJakarta)
Warga mengais sisa-sisa material rumah yang ludes akibat kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025). Akibat musibah kebakaran di pemukiman itu, sebanyak 543 rumah hangus terbakar. (Foto: Andri Wwidiyanto/BeritaJakarta)

 Sebelumnya 
Menurutnya, Dinas Gulkar­mat DKI Jakarta berkomit­men untuk terus meningkatkan kesiapan dan kapasitas dalam menghadapi risiko kebakaran. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkannya, risiko kebakaran dapat diminimalkan secara signifikan. Bagi para pengelola gedung diimbau un­tuk memastikan prasarana dan sarana mitigasi kebakarannya dalam keadaan optimal.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, William Aditya Sarana mengaku prihatin kebakaran terjadi di beberapa tempat di Jakarta be­lakangan ini.

William menyoroti dugaan kelalaian manusia yang mengakibatkan kebakaran sehingga mengakibatkan banyak kerugian dan korban nyawa.

Baca juga : The Citizens Siap Lumat Pasukan Biru

“Gelombang kebakaran ini terjadi di tengah musim hujan. Ini merupakan sebuah ironi yang membuat kita bertanya-tanya. Tidak menutup kemungkinan ada faktor non-alami yang mengaki­batkan kebakaran itu,” ujarnya.

Penyebab kebakaran Plaza Glodok masih diselidiki hingga saat ini. Untuk kebakaran di Kemayoran Gempol diduga diakibatkan korsleting listrik.

“Sepanjang tahun 2024, ada 540 kasus kebakaran yang ter­jadi karena korsleting. Harusnya Pemprov bisa belajar dari kejadi­an-kejadian itu dan menyiapkan langkah pencegahan,” ucapnya.

Baca juga : Raline Shah, Masih Jadi Calon Mantu Djan Faridz?

William mendesak Pemprov memastikan gardu listrik ti­dak overload, sehingga menyebabkan kebakaran. Kabelnya perlu disusun ulang untuk mencegah korsleting.

“Kemudian, pompa air perlu diperbanyak untuk memudahkan pemadaman api,” pintanya.

Menurut William, kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini juga memberikan kesempatan bagi Pemerintah untuk melakukan pembenahan massif. Yakni, dengan merenovasi dan membangun ulang bangunan-bangunan yang terbakar. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.