Dark/Light Mode

Layanan Faskes Dan RSUD Dikeluhkan Warga DKI

Serem, Ada Puskesmas Yang Gedungnya Miring

Selasa, 28 Januari 2025 06:50 WIB
Sekretais Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian. (Foto: Dok. PSI)
Sekretais Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian. (Foto: Dok. PSI)

 Sebelumnya 
Gedung Puskesmas Miring

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi belum lama ini meninjau Puskesmas Pembantu Kebon Bawang II di Jalan Swasembada Timur VI, Tanjung Priok, Jakut. Teguh menginstruksikan jajarannya agar segera merenovasi faskes tersebut.

Sudah setahun lebih, Puskesmas Kebon Bawang II mengalami kerusakan. Dinding retak dan lantainya miring.

Baca juga : Si Ular Besar Siap Lahap Partenopei

Teguh meminta Kepala Pembantu Kebon Bawang II segera berkoordinasi dengan Inspektorat Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta untuk mempercepat renovasi.

“Bangunan Puskesmas ini mengalami keretakan pada dinding dan ada kemiringan tanah. Diperlukan tindakan cepat un­tuk perbaikan agar faskes ini bisa kembali digunakan,” kata Teguh, Kamis (23/1/2025).

Teguh mengapresiasi langkah antisipatif pengelola Puskesmas Pembantu Kebon Bawang II dalam melakukan sosialisasi kepada warga sekitar terkait kondisi faskes. Dia juga menga­presiasi gerak cepat jajaran Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakut dalam menjaga keselamatan warga dengan mengalihkan layanan kesehatan sementara ke Puskesmas Pembantu Kebon Bawang I dan III.

Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Thunder Hentikan Blazers

“Kami berharap Puskesmas ini bisa kembali melayani warga setelah dilakukan renovasi,” ujar Teguh.

Kepala Puskesmas Pembantu Kebon Bawang II Sri Mulyanti menjelaskan, bangunan faskes tempatnya bertugas telah berdiri sejak 1975 dengan luas tanah ±242 meter persegi, serta luas bangunan ±159 meter persegi.

Sri menuturkan, kondisi bangunan yang mengalami penu­runan struktur dan keretakan di beberapa bagian dinding terjadi secara berkala dalam kurun waktu satu tahun. Awal keretakan pada permukaan dinding terjadi pada Januari 2024 dan secara berkala terus berlangsung.

Baca juga : Harga Singkong Ambruk Dihantam Impor, Amran Ngamuk

Selanjutnya, sesuai arahan Pj Gubernur, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan Inspektorat Provinsi DKI Jakarta agar bangunan bisa segera direnovasi. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.