Dark/Light Mode

Pergub Retribusi Masih Digodok

Hore... Nasabah Bank Sampah Bebas Iuran

Sabtu, 1 Maret 2025 06:50 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Asep Kus­wanto. (Foto: RRI/Noviana Geby)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Asep Kus­wanto. (Foto: RRI/Noviana Geby)

 Sebelumnya 
Bentuk Bank Sampah

Untuk memberdayakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menanggulangi sampah, Pemprov menggencar­kan pembentukan Bank Sampah.

Keberadaan Bank Sampah di tiap wilayah ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah. Asep berharap, satu RW wajib memiliki satu Bank Sampah.

Baca juga : Putri Anne, Akui Sudah Bercerai

Keterlibatan warga menjadi nasabah Bank Sampah, kata dia, juga masih rendah. Baru sekitar 30 persen warga di setiap RW yang menjadi nasabah Bank Sampah.

“30 persen sudah paling top. Tapi saat ini rata-rata masih di bawah itu,” ucapnya.

Karena itu, Asep berharap, dengan adanya aturan soal re­tribusi sampah rumah tangga, jumlah nasabah Bank Sampah akan meningkat. Dengan begitu, operasional dari Bank Sampah bisa terpenuhi.

Baca juga : Korupsi Minyak Mentah Jadi Perhatian Presiden

Karena itu, pihaknya akan melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Offtaker, pihak yang membeli produk atau layanan. Hal ini diharapkan menjadi motivasi nasabah Bank Sampah, karena ada pembeli sampah yang dipilah.

Untuk mengoptimalkan Bank Sampah, anggota Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Josephine Siman­juntak mendorong Pemprov menggencarkan sosialisasi dan edukasi.

Pemprov juga harus mulai membekali ilmu pemilahan dan pengelolaan sampah kepada war­ga dan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Baca juga : Prabowo-JKW-SBY Semakin Lengket

”Agar mereka bisa terlibat optimal mengatasi masalah sampah yang akut di Jakarta,” kata Josephine.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting. Masyara­kat ada di garis terdepan upaya pengolahan sampah Jakarta. Dengan begitu, sampah Jakarta yang dibawa ke Tempat Pengo­lahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dapat dikurangi.

Menurut dia, warga juga perlu dijelaskan perbedaan jenis sam­pah dan pemahaman mengapa sampah harus dipilah. Sambil melakukan pembekalan dan sosialisasi, Pemprov didorong terus meningkatkan kesiapan dalam mengolah sampah, seperti menambah tempat penampungan sampah sesuai jenis. [RAA/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.