Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kenaikan Harga Komoditas Di Pasar Terkendali
Duh, Masih Ada Pedagang Menjual Beras Di Atas HET
Minggu, 2 Maret 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok ke dua lokasi, yakni Pasar Johar Baru dan Pasar Gembrong. Hasilnya, meski terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas, secara umum harga di pasaran dinilai relatif terkendali.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, peninjauan ke pasar dalam rangka meninjau harga untuk kebutuhan Ramadan.
“Kenaikan harga biasa terjadi jelang Ramadan. Tapi masih terjangkau,” ujar Arifin, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, kenaikan harga menjelang Ramadan terjadi lantaran peningkatan jumlah pembeli.
Masyarakat membeli berbagai komoditas itu untuk persiapan kebutuhan Ramadan.
Baca juga : Barcelona Vs Real Sociedad, Blaugrana Wajib Menang
Kenaikan harga signifikan hanya terjadi pada komoditas cabe rawit merah. Sebelumnya, terpantau harga komoditas ini di pasaran sebesar Rp 80 ribu per kilogram (kg). Saat ini naik menjadi Rp 120 ribu per kg.
Sedangkan harga komoditas lainnya seperti cabe rawit keriting Rp 70.000 per kg dan bawang merah Rp 50.000 per kg, naik Rp 10 ribu dari sebelumnya. Demikian juga dengan harga telur ayam Rp 27 ribu per kg, naik Rp 3.000.
Pada kesempatan itu, Arifin mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying menghadapi kenaikan harga. Pihaknya memastikan kenaikan harga ini hanya fenomena menjelang bulan Ramadan, karena ketersediaan stok mencukupi.
“Saya juga mengingatkan warga yang datang berbelanja agar membawa kantong ramah lingkungan dari rumah. Ini untuk mengurangi volume sampah,” imbaunya.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat Penty Yunesi Widyastuti menegaskan, dari hasil tinjauan harga di Pasar Gembrong, pihaknya menemukan kenaikan harga serupa seperti di Pasar Johar.
Baca juga : James-Doncic Makin Digdaya
Pihaknya memastikan ketersediaan stok pangan di Jakarta hingga Hari Raya Idul Fitri masih memadai.
“Kami juga akan melakukan Operasi Pasar (OP) pangan murah ke sejumlah lokasi untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran,” tandasnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, sejumlah kebutuhan pangan mengalami kenaikan, seperti telur dan daging menjelang Ramadan.
“Saat ini terjadi kenaikan kebutuhan telur dan daging. Padahal stok yang tersedia aman,” katanya.
Dia mengatakan kenaikan kebutuhan daging sapi sekitar 17,38 persen. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, yakni cabe merah keriting diperkirakan naik 7,53 persen.
Baca juga : Prabowo Bikin Rakyat Happy
Eliawati mengatakan, Pemprov melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan pangan, antara lain menggencarkan kegiatan pasar murah, pangan murah bersubsidi dan OP.
Kegiatan pangan murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan produk pangan atau kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, dibanding harga pasaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya