Dark/Light Mode

Kenaikan Harga Komoditas Di Pasar Terkendali

Duh, Masih Ada Pedagang Menjual Beras Di Atas HET

Minggu, 2 Maret 2025 06:50 WIB
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Balai Kota, kantor wali kota, kantor kelurahan, rumah susun, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), gedung Dhanapala, SMK Sejahtera dan Perumahan Cinta, Kecamatan Cengkareng.

Sementara, kegiatan pendistribusian pangan subsidi bagi masyarakat tertentu dimulai pada 22 Januari 2025. Ini untuk meningkatkan akses pangan bagi masyarakat, sekaligus upaya menjaga harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025.

Adapun OP dilakukan di kurang lebih 240 titik. Pemprov, kata dia, optimistis stok pangan aman bahkan hingga enam bulan ke depan.

Merujuk data pada Februari, ketersediaan pangan menjelang Ramadhan di Jakarta, antara lain beras sebanyak 60.275 ton, gula pasir 250 ton, minyak goreng 33.876 liter, daging sapi 554 ton dan daging ayam 788 ton.

Baca juga : Barcelona Vs Real Sociedad, Blaugrana Wajib Menang

Kemudian, cabe merah kerit­ing 25 ton, cabe rawit merah 24 ton, cabe rawit hijau 7 ton, bawang merah 89 ton dan bawa­ng putih sebanyak 36 ton.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengaku, masih menemukan pedagang yang menjual beras dan cabe melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ada margin yang berlebih,” katanya di Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya terkait pedagang yang masih menjual beras dan cabe melebihi HET.

Baca juga : James-Doncic Makin Digdaya

Dia mengaku sudah meminta Direktur Food Station agar hal tersebut diselesaikan. Pasalnya, pedagang tidak boleh menjual barang dagangannya di atas HET yang telah ditetapkan Pemerintah.

Anggota Fraksi PDI Perjuang­an ini meminta kepada sejumlah pemangku kepentingan melaku­kan pengecekan regulasi atau keputusan Pemerintah terkait HET barang dagangan seperti beras, minyak goreng, cabe, elpiji dan lain-lain.

Pasalnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menginginkan para pedagang tidak menjual barang dagangan­nya dengan harga di atas HET. Ini dilakukan sebagai upaya melindungi konsumen dan men­jaga stabilitas harga.

Dia akan terus melakukan pengawasan terkait harga kebutuhan pokok yang melejit saat Ramadan.

Baca juga : Prabowo Bikin Rakyat Happy

Kent pun mengakui, kecurangan dalam penerapan HET sering terjadi di berbagai sektor, seperti modus pedagang atau distributor menaikkan harga dengan alasan stok terbatas atau kenaikan harga bahan baku.

Lalu mengubah kemasan un­tuk menghindari HET dan per­mainan harga di pasar tradisional dan modern.

“Hal itu akan membuat mas­yarakat terpaksa membeli deng­an harga lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah. Serta kelangkaan barang di pasar, yang membuat harga melam­bung di atas HET,” kata Kent.

Karena itu, Kent meminta kepada seluruh Pemerintah Kota di Jakarta mulai melakukan edu­kasi kepada masyarakat terkait dengan HET. Jika ditemukan ada yang melanggar, lapor kepada Satgas Pangan. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.