Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Datangi DPRD Kota Tangerang
DKI Bangun Sinergitas Hadang Penularan TBC
Selasa, 11 Maret 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Sinergi Dengan Tangsel
Anggota Komisi E DPRD DKI lainnya, Yudha Permana mengatakan, penanggulangan penyakit menular seperti TBC memerlukan sinergitas lintas wilayah. Pemprov DKI Jakarta bersama wilayah penyangga harus berkolaborasi menekan laju penyebaran penyakit TBC.
“Penyakit TBC ini tidak bisa ditangani oleh satu wilayah daerah saja. Nggak bisa hanya DKI sendiri atau Tangsel saja. Tetapi harus diatasi lintas wilayah,” ujar Yudha.
Baca juga : Liverpool Vs PSG, Keangkeran Anfield Diuji
Untuk mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh, Dinkes DKI Jakarta juga harus terus memperkuat kemitraan dengan stakeholder terkait.
Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, Jakarta sebagai salah satu pengusung kota global, menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks.
“Permasalahan kesehatan timbul baik dari kelompok penyakit menular, penyakit tidak menular, masalah malnutrisi, maupun tantangan dalam sistem kesehatan lainnya” ujarnya.
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Thunder Permalukan Nuggets
Berdasarkan data hingga tahun 2024, Jakarta telah menemukan 46.208 kasus baru HIV, namun hanya 37.581 Orang Dengan HIV (ODHIV) yang tercatat masih dalam pengobatan, dengan angka lost to follow up (LTFU) mencapai 8.627 kasus.
Berbagai upaya telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir untuk meningkatkan retensi pengobatan. Termasuk penelusuran pasien LTFU, penerapan multi-month dispensing (MMD) 2-3 bulan, dan penerapan home-based delivery service.
Berdasarkan Global Tuberculosis Report Tahun 2024, dalam penanganan TBC Indonesia kembali menduduki peringkat kedua setelah India dengan perkiraan 1.090.000 kasus. DKI Jakarta menargetkan menemukan 70.387 kasus pada tahun 2025. Salah satu inovasi terbaru, membentuk 274 Kampung Siaga Tuberkulosis pada tahun 2024. Dan akan dikembangkan hingga 500 Kampung pada 2025.
Baca juga : Jengkel Dituduh Ogah Punya Anak
Dalam penanggulangan malaria, meskipun sejak 2014 seluruh wilayah Kota Kabupaten Administrasi di DKI Jakarta telah mendapatkan sertifikasi eliminasi malaria, masih terdapat tantangan berupa kasus malaria impor. Dan kasus itu ditemukan di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara yang dapat menjadi faktor risiko KLB kasus malaria indigenous. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya