Dark/Light Mode

Pramono Ngarep Angka Stunting Di Jakarta Turun Di Bawah 14 Persen Dalam 2 Tahun

Jumat, 21 Maret 2025 14:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menargetkan bisa menurunkan angka stunting di Jakarta bisa turun menjadi di bawah 14 persen dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan.

Pramono mengatakan, berdasarkan data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Jakarta mencapai 17,6 persen, lebih tinggi dari angka nasional yang sebesar 14 persen. Ia juga menyoroti prevalensi tertinggi stunting yang ada di Jakarta Utara, yang mencapai 19,8 persen. 

“Kita tidak bisa tinggal diam, semua pihak harus terlibat dalam mengatasi masalah ini secara terencana dan konsisten,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/3/2025). 

Baca juga : BPOM: Takjil Di Benhil Aman

Selain menurunkan angka stunting, Pramono juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cakung, Jakarta Timur. Kecamatan Cakung, yang merupakan salah satu daerah terpadat di Jakarta, saat ini belum memiliki rumah sakit umum daerah, sehingga warga di wilayah ini harus berpindah ke wilayah lain untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai. 

“Cakung merupakan kecamatan terpadat di Jakarta, dan sudah saatnya kita memiliki rumah sakit di sana. Saya minta agar pembangunan RSUD Cakung bisa segera dilaksanakan, bahkan jika memungkinkan bisa dilakukan ‘groundbreaking’ tahun ini,” ujar Pramono. 

Ia berharap dengan adanya RSUD ini, akses kesehatan bagi warga Cakung dapat lebih mudah dan cepat. Menurut Pramono, langkah-langkah konkret telah disusun untuk memastikan kedua program tersebut berjalan dengan lancar. 

Baca juga : Lebaran Di Jakarta, Gibran: Sungkem Presiden Dulu, Baru Pulang Kampung

“Saya sudah memerintahkan kepada semua wali kota dan bupati Plt Kepulauan Seribu untuk segera berkolaborasi bersama pihak terkait agar stunting bisa ditekan, dan pembangunan RSUD Cakung segera dimulai,” tambahnya. 

Pramono juga menyampaikan, Jakarta tengah bersiap menjadi kota global. Ia mengungkapkan bahwa peringkat Jakarta di kancah global saat ini berada di posisi 74 dari 156 kota global. Padahal, pada 2015 Jakarta sempat berada di posisi 54. Beberapa faktor yang menjadi tolak ukur penilaian kota global meliputi daya saing ekonomi, kualitas hidup, kemudahan perizinan, serta pelayanan publik. 

“Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara lebih efisien, serta meningkatkan daya saing Jakarta agar bisa kembali naik peringkatnya sebagai kota global,” kata Pramono. 

Baca juga : Hore, Pertamina Turunkan Tiket Pelita Air 15,8 Persen Di Musim Mudik Lebaran

Ia menambahkan, pengelolaan yang efisien dan peningkatan layanan publik akan menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut. 

“Kita harus memastikan Jakarta dapat memberikan layanan publik yang bermanfaat bagi warganya, sekaligus meningkatkan kualitas hidup untuk semua lapisan masyarakat,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.