Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ungkap Hasil Sidak Di Jakarta
BPOM: Takjil Di Benhil Aman
Kamis, 13 Maret 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan, daerah berburu takjil di Jakarta, di antaranya di kawasan Bendungan Hilir alias Benhil, bebas dari makanan dan minuman berbahaya. Kesimpulan itu didapat, setelah mereka melakukan uji sampling pada makanan minuman pedagang.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan, uji sampling terhadap takjil di daerah Benhil diambil, Rabu (11/3/2025), melalui Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Pusat, untuk pengambilan sampling tersebut.
“Pengawasan ini bertujuan memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat, terutama selama Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri,” ujar Taruna dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (12/3/2025).
Baca juga : Pemenang Pilbup Magetan Ditentukan Di Empat TPS
Berdasarkan hasil uji sampling takjil di Benhil, jelas dia, BBPOM tak menemukan adanya kandungan zat berbahaya dari makanan dan minuman yang dijajakan ke masyarakat. “Produk pangan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat,” imbuhnya.
Taruna menambahkan, uji sampling terhadap makanan dan minuman merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan di Bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Secara teknis, lanjut dia, pengawasan dan uji sampling juga dilakukan di banyak daerah di Indonesia, melalui 76 unit pelaksana teknis (UPT) BPOM seluruh Indonesia.
“Kami lakukan uji sampling terhadap makanan dan minuman dari Sabang hingga Merauke. Itu dilakukan sejak 24 Februari hingga 26 Maret 2025,” jelasnya.
Baca juga : Tol MBZ Tak Bisa Dilalui Tronton Hingga Kontainer
Menurut Taruna, metode yang diterapkan BPOM dalam mengawasi makanan dan minuman di seluruh wilayah Indonesia terdiri dari dua pendekatan utama, yakni sampling dan intelijen. Pada pendekatan sampling, petugas BPOM turun langsung ke pasar dengan atribut BPOM untuk melakukan sampling atau pengambilan sampel pangan secara acak.
Sementara metode intelijen, lanjut Taruna, petugas melakukan pembelian sampel pangan tanpa mengenakan atribut BPOM, memastikan pemantauan lebih mendalam terhadap produk pangan yang beredar di pasaran. Intensifikasi pengawasan itu memanfaatkan mobil laboratorium keliling yang dilengkapi dengan kit uji cepat, dan memungkinkan petugas BPOM melakukan pengujian terhadap sampel pangan di lokasi.
“Jika ditemukan produk yang mengandung bahan berbahaya, kami akan mengingatkan penjual untuk tidak menjualnya lagi, serta memberikan pembinaan kepada pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” tuturnya.
Baca juga : Perekonomian Menggeliat, Konsumsi Masyarakat Naik
Selain mengawasi makanan yang beredar di lapangan terbuka, tambah Taruna, BPOM juga melakukan pengawasan terhadap pangan kemasan di retail dengan memeriksa izin edar, kemasan, dan kedaluwarsa produk tersebut. Dia menilai, pemeriksaan itu penting untuk mencegah peredaran pangan ilegal atau berbahaya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya