Dark/Light Mode

Wagub Rano Ajak Warga Kunjungi Pameran Ghost Net Awakening Di Museum Bahari

Selasa, 25 Maret 2025 20:05 WIB
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno bersama Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Gita Kamath, membuka pameran bertajuk Ghost Net: Awakening the Drifting Giants, Kamis (21/3/2025). Pameran seni ini menyoroti dampak buruk sampah bagi laut. (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno bersama Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Gita Kamath, membuka pameran bertajuk Ghost Net: Awakening the Drifting Giants, Kamis (21/3/2025). Pameran seni ini menyoroti dampak buruk sampah bagi laut. (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, mengajak warga mengunjungi pameran seni bertajuk "Ghost Net: Awakening the Drifting Giants", Kamis (21/3/2025). Pameran kerja sama Pemerintah Australia-Rapet ini bakal diselenggarakan di Museum Bahari Jakarta selama 6 bulan. 

Pameran kolaborasi ini menyoroti dampak buruk dari sampah laut, khususnya ghost nets, alias jaring liar. Jaring laut yang hilang, terbengkalai, atau dibuang dapat merusak terumbu karang dan membahayakan biota laut.

Rano Karno menyambut baik Jakarta sebagai lokasi pameran ini. Hal ini mengingat Jakarta adalah kota pesisir yang menghadapi berbagai tantangan lingkungan, seperti polusi, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem laut. 

"Perhatian dan kolaborasi semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam sebagai warisan bersama," terang rano.

Baca juga : Konjen RI Jeddah Kunjungi Korban Selamat Kecelakaan Bus Umrah Di Mekkah

Ia berharap pameran ini tidak hanya memberikan pengalaman edukatif yang menarik. Tetapi, juga dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi perubahan iklim.

Pameran ini akan berlangsung selama enam bulan, mulai dari 20 Maret hingga 31 Agustus 2025. Pameran menampilkan karya seni kontemporer oleh kolektif Erub Art, yang terdiri dari penduduk asli Selat Torres, Australia. 

Bangun Kesadaran Jaga Laut

Sebanyak 18 instalasi tenunan tangan, jaring, serta biota laut seperti ikan, penyu, dan manta ray (keluarga pari manta raksasa) yang terbuat dari limbah pukat ikan, dipamerkan.

Di ruang Biosium Malahayati Museum Bahari juga diputarkan tentang pentingnya menjaga ekosistem bawah laut. Semuanya, diharapkan menggugah kesadaran pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut.

Baca juga : Wapres Gibran Dan Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Banjir Dan Longsor Sukabumi

Menurut Rano Karno, program ini sangat penting, mengingat Jakarta juga menghadapi masalah besar terkait sampah laut. 

"Sampah yang ada di laut menjadi masalah utama. Ini adalah cara untuk memberikan edukatif atraktif kepada masyarakat bahwa membuang sampah ke laut sangat berbahaya," jelasnya. 

Rano mengatakan, kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Australia bukanlah hal baru. Sebelumnya, sudah ada beberapa kolaborasi dalam bidang kelautan dan lingkungan. 

Rano berharap Negeri Kangguru dapat selalu menjadi mitra yang tepat untuk berbagi pengetahuan mengenai cara menanggulangi masalah sampah di laut.

Baca juga : Wagub Rano Minta Organisasi Perangkat Daerah Lebih Gesit Tangani Banjir Jakarta

"Selamat menikmati pameran ini, semoga memberikan pengalaman berharga dan manfaat yang luas bagi kita semua," ujar Rano Karno.

Sementara Kuasa Usaha Australia Gita Kamath menjelaskan, diperkirakan lebih dari 640 ribu ton peralatan penangkapan ikan, termasuk jaring ikan, terbuang di laut setiap tahunnya. Itulah mengapa hasil karya ini disebut Jaring Hantu, atau Ghost Nets.

Kamath mengatakan, jaring liar seringkali dianggap sampah atau limbah. Namun, jika diubah menjadi karya seni yang indah, sampah dapat menjadi berharga. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai.

"Pameran kontemporer ini bukan hanya merepresentasi dari keunggulan kreativitas Australia, tetapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.